Mengenal Sejarah Kendi Dan Koleksinya Dari Zaman Prasejarah

Rancangan dasar sebuah kendi begitu khas. Bentuknya serupa anatomi tubuh. Kepalanya menengadah, lehernya tinggi seukuran genggaman tangan, tubuhnya serupa bulatnya bumi. Dengan desain seperti itu, cukuplah untuk menyimpan air.

Penemuan arkeologis membuktikan, sejak berabad-abad lalu, kendi sudah menjadi bagian dari perkakas bagi masyarakat di nusantara. Fungsi dan bentuk kendi, juga mengikuti geliat perkembangan zaman. Fungsinya tidak hanya sebagai wadah saja, tetapi juga berkembang menjadi pelengkap dalam kegiatan upacara ritual adat tertentu.

Kisah itulah yang dapat disimak dari gelaran pameran bertajuk Kendi Kundi Kuno Kini yang berlangsung di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Pengunjung dapat mengetahui berbagai macam bentuk kendi kuno dan asalnya. Beberapa koleksi kendi yang dipamerkan berasal dari zaman Majapahit antara abad ke-12 sampai abad ke-13 Masehi.

Ada pula pameran kendi dari masa prasejarah. Kendi dari masa tersebut memiliki desain badan yang silindris, mengecil ke bagian atas, memiliki dasar datar, leher tinggi menyudut di bagian tengah (proses sambungan), mengecil ke ujung, serta dihias dengan garis-garis geometris dan binatang.

Sebagian koleksi kendi ditemukan dari kapal karam pada Situs Batu Hitam di Perairan Belitung yang diproduksi pada masa Dinasti Tang abad ke-9 Masehi. Selain kendi kuno, dalam gelaran ini juga dipamerkan koleksi kendi terbaru dengan beragam desain yang merupakan hasil karya beberapa seniman keramik seperti Bregas Harrimardoyo, Ricko Gabriel, Rani Aryani Widjono, dan lain-lain.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Kendi Kundi Kuno Kini” oleh Adhitya Pratama di majalah Asri edisi Agustus 2016

Foto : Tri Rizeki

LEAVE A REPLY