Menghadirkan Skylight di Dapur

Skylight di Dapur

Menghadirkan jendela di dapur merupakan pilihan yang tepat. Terlebih bila mengingat aktivitas dan kelembapan yang tinggi di sana. Namun, tidak bisa dipungkiri banyak pula rumah yang tidak dapat menghadirkan bukaan seperti itu. Salah satu alasannya ialah karena dinding rumah yang berbatasan langsung dengan rumah lainnya.

Sudah bisa dibayangkan suasana yang ada saat memasak di rumah, bukan? Oleh sebab itu, carilah alternatif bukaan lain. Bila masih bingung, terapkan saja skylight atau hadirkan cahaya matahari melalui atap rumah. Alternatif tersebut barangkali belum banyak diterapkan. Namun, cara ini memiliki banyak manfaat, loh! Selain dapat memberi cahaya alami dalam rumah, skylight juga efektif mengurangi pemakaian listrik saat di siang hari.

Selain itu, skylight juga bisa memberi sirkulasi udara yang baik dalam ruangan dengan desain buka-tutup. Desain yang juga sangat tepat bila diaplikasikan di dapur. Dengan begitu, hawa panas dan lembap saat memasak bisa bertukar dengan angin dan cahaya luar. Umumnya, bentuk skylight dibuat mendatar atau miring, tetapi ada pula bentuk yang lebih dinamis, seperti melengkung.

Selain desain dan bentuk, ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam mendesain skylight di dapur. Pertama tentunya rangka atap dan material. Rangka atap harus kuat terlebih bila material skylight berbahan kaca. Selain itu, perhatikan pula pemilihan kaca yang akan digunakan.

Untuk menghindari cahaya berlebih atau sinar matahari jahat, lapisi kaca dengan bahan buram atau coating untuk mengurangi tingkat transparansi kaca. Bisa juga, gunakan kaca film dengan tingkat penerangan tertentu. Akan lebih baik lagi bila jendela atap tersebut menghadap arah utara atau selatan untuk mencegah panas langsung mengarah ke dalam ruangan. Selain itu, pertimbangkan pula sistem buka-tutup yang akan digunakan, misal skylight dapat menggunakan tuas, tombol, atau didesain dengan sistem bukaan seperti jendela.

Foto: Tri R.

*dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY