‘Menghidupkan’ Suasana Dry Garden Dengan Wall Art Unik

dry gardenKeterbatasan akses masuknya cahaya matahari merupakan salah satu kendala yang seringkali terjadi pada saat merancang taman dalam rumah (innercourtyard). Hal tersebut tentu saja menyulitkan tanaman untuk tumbuh karena minimnya cahaya alami. Apabila tanaman bisa tumbuh pun, tanaman cenderung akan tumbuh meninggi karena mencari arah cahaya matahari.

Desainer landscape asal Bandung, Andie dan Donny dari X’otic punya cara seru mengatasi hal ini. Keduanya berkreasi menciptakan taman kering (dry garden) pada celah sempit berukuran 2,5 m x 5 m yang berada di antara teras pada living room dengan dinding pembatas kaveling.

Konsep dry garden berupa taman kering dengan kolam ikan dan sedikit area terbuka untuk taman sedangkan selebihnya area lain ditutup secara permanen dengan acian semen. Untuk mempercantik area tersebut, permukaan acian ditutup dengan kerikil halus yang sengaja dipilih warna krem agar memberikan kesan terang dan bersih pada ruang yang terbatas luasannya tersebut.

Karena tidak memungkinkan menanam tanaman segar, maka taman mungil tersebut dihiasi hiasan dinding (wall art) yang menggambarkan kuntum bunga mawar dalam bentuk imajinatif berwarna merah dan berdimensi. Sebagian kupu-kupu raksasa terbang ke arah kuntum mawar dan sebagian lainnya hinggap di permukaan kerikil. Kesemua elemen benda seni (artwork) taman ini seolah-olah menggambarkan sebuah cerita imajinasi yang eksotis.

Warna merah menjadi penegas yang sangat kuat terhadap warna-warna lain yang cenderung “polos dan datar”. Kekuatan warna dan bentuk dari wall art tersebut selain memberikan kesan menonjol, juga memberi spirit kepada siapa saja yang melihat.

Foto : Tri Rizeki

LEAVE A REPLY