Mengolah Karya-Karya Seniman Muda Indonesia Dalam Bentuk T-shirt

eiarti1

Adri Tirtoarrazaq, penggemar seni yang berlatar belakang jurusan desain grafis seni rupa IKJ, sering sekali datang ke pameran dan seni rupa dan menuliskannya di blog. Berangkat dari kegemarannya tersebut bersama rekannya, Indah Ariani, mendirikan Eiarti Art Wear, yang menjual t-shirt dengan gambar dari seniman-seniman muda Indonesia. Pada umumnya karya-karya seni yang dijual dengan harga mahal hanya dapat dinikmati dan dikoleksi oleh kalangan tertentu saja. Dengan menjadikannya benda pakai dalam hal ini, t-shirt yang harganya terjangkau, karya seni jadi bisa dimiliki oleh kalangan yang lebih luas lagi.

Seringnya Adri mendatangi pameran seni rupa dan melihat karya-karya seni menimbulkan rasa ingin untuk memilikinya. Namun, mengingat harga karya seni yang sulit terjangkau, Adri memilih untuk puas menikmatinya melalui lensa kamera saja.  (Baca juga: Fotografer Ini Membuat Benda Arsitektur dari Permen Karet! )

“Waktu terus berjalan dan bila anak-anak muda lainnya mempunyai idola seorang pemain sepakbola, grup musik dan yang lainnya. Idola saya saat itu adalah para seniman muda Indonesia yang saat itu namanya sedang mulai populer seperti Darbotz, Diela Maharanie, Restu Ratnaningtyas, Yellow Dino, dan lain-lain.” ujar Adri ketika dihubungi Majalahasri.com, Rabu (22/6).

Adri selalu bermimpi dapat bertemu dan berbincang santai dengan para idolanya itu. Lambat laun impiannya tersebut pun terwujud, dan keinginan untuk mengoleksi karya seni semakin menggelora, hingga akhirnya terpikirlah untuk membuat proyek dengan berkolaborasi dengan para seniman untuk memproduksi karyanya dalam bentuk t-shirt.

eiarti2

“Konsepnya adalah tiap seniman diharuskan menciptakan karya baru yang belum pernah dibuat atau dikomersialkan untuk kemudian diproduksi di media t-shirt sebanyak 100 buah perdesainnya. Saya yakin banyak sekali Adri-Adri lainnya diluar sana yg sama seperti saya, suka sekali dengan karya seni namun tidak sanggup untuk mengoleksinya. Jadi di Eiarti ini sebenernya saya sedang mewujudkan impian orang lain, dengan cara mewujudkan impian saya sendiri ” ujar Adri.

Nama Eiarti sendiri diambil dari pelafalan kata “seni” dalam bahasa inggris, yaitu “art”. “Art jika dieja perhurufnya akan menjadi A-R-T (atau dalam bahasa inggris menjadi: ei-ar-ti). Adri mengungkapkan “art” atau seni memang menjadi tema dan jantung dari bisnis ini. Menurutnya di kemudian hari tidak menutup kemungkinan bisnis yang dijalankan akan dilebarkan ke bidang lainnya seperti produk, furnitur, galeri seni atau perusahaan kreatif dengan masih di bawah nama Eiarti, karena semua bidang tersebut masih berhubungan dengan seni.

Eiarti lahir di bulan Mei 2016, produknya sendiri saat ini masih berfokus di T-shirt. Untuk koleksi pertamanya dihadirkan karya 5 seniman yang berasal dari Yogyakarta, Bandung dan Jakarta, yaitu Darbotz yang merupakan seorang Street Artist, Rukmunal Hakim seorang seniman dan ilustrator yang karyanya kaya akan detail, Resatio seorang seniman Kolase, dan duo suami istri yaitu Restu Ratnaningtyas dan Hendra HeHe. (Baca juga: Sensasi Berjalan di Atas Air )

eiarti3

Seniman yang mereka ajak kolaborasi tersebut merupakan teman dan kenalannya Adri dan Indah. Pemilihannya berdasarkan seberapa aktif mereka berkarya, ketertarikan orang terhadap karya mereka serta dampak yang dihasilkan saat Eiarti diluncurkan.

Sistem kerjasama yang terjadi antara Eiarti dengan para seniman yang berkolaborasi ialah dengan sistem fixed commission untuk pembayaran dimuka serta sistem bagi hasil dari setiap t-shirt yang terjual. Karya dari seniman tersebut merupakan karya original yang belum pernah dikomersialkan.

Sejauh ini sistem pemasaran yang dilakukan hanya menggunakan instagram dan jejaring antar pertemanan. “Di hari pertama diluncurkan di Instagram, puluhan pembeli secara serentak memesan dan respon dari teman-teman juga tidak kalah ramainya. Rencana kedepan kami akan terus berjualan online sambil mengikuti beberapa acara bazar untuk mempromosikan Eiarti dan bertemu dengan pelaku seni dan kreatif secara langsung.” ungkap Adri. (Baca juga: Pameran ART|JOG 2016 “Universal Influence” di Jogja National Museum )

Foto: dok. Eiarti Art Wear

 

LEAVE A REPLY