Mengubah Lahan Kritis Menjadi Hutan Organik

Mengubah Lahan Kritis Menjadi Hutan Organik

Di daerah Puncak, Bogor, vila dan tempat penginapan lain bukanlah hal yang asing, lalu bagaimana dengan kawasan hijau, seperti hutan organik? Bila ingin melihatnya, salah satu hutan organik tersebut dapat ditemui di kawasan Megamendung, Puncak. Hutan ini dibangun oleh pasangan suami istri, Bambang Istiawan dan Rosita yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Tahun 2000, Bambang dan Rosita membeli lahan dan bersama Kelompok Tani Megamendung mereka “menghidupkan” kembali daerah gersang tersebut. Hutan ini awalnya sebuah lahan kritis berupa bekas perkebunan singkong dan tidak ada pohon atau tanaman yang dapat tumbuh. Bersama masyarakat sekitar mengelola hutan organik, daerah tersebut kini berubah menjadi area hijau yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Mengubah Lahan Kritis Menjadi Hutan Organik

Mulanya, hutan ini memiliki luas lahan sekitar 3.000 m2. Kini, area penghijaun bertambah menjadi 12 hektare dari total luas lahan yang mencapai 23 hektare. Sisa lahannya tetap akan dijadikan sebagai lahan penghijauan. Di hutan ini, terdapat vegetasi endemik (pohon lokal) dari seluruh Indonesia. Di hutan organik yang berada di ketinggian 750 m ini, terdapat 40.000 pohon dari hampir 2.000 jenis tanaman, seperti pohon menteng dan pohon mahoni. Terdapat pula, tanaman buah dan sayur-sayuran, seperti lada, selada, dan kacang merah.

Selain sebagai lahan untuk menanam, hutan organik ini juga menjadi lahan bagi munculnya dua belas sumber mata air dan menjadi habitat bagi beberapa jenis hewan. Menurut Rosita, kini beberapa jenis burung datang lagi ke daerah ini, bahkan macan kumbang pun pernah “singgah”, sebuah hal yang jarang terjadi di sini.

Pasangan ini juga terbuka bagi siapa pun yang datang dan ingin belajar ekologi serta menanam pohon secara organik. “Kami ingin melestarikan berbagai jenis tumbuhan. Jadi, jika di tempat lain tidak ada tanaman tertentu, di hutan ini punya. Kalau bukan kita yang peduli, maka sipa lagi yang peduli. Oleh karena itu, marilah kita menanam,” ujar Rosita.

Mengubah Lahan Kritis Menjadi Hutan Organik

Mengubah Lahan Kritis Menjadi Hutan Organik

Mengubah Lahan Kritis Menjadi Hutan Organik

Foto: Ifran Nurdin

Artikel ini ditulis kembali dari artikel di Majalah Griya Asri Edisi Januari 2015, “Lahan Kritis Menjadi Hutan Organik” oleh Adhitya P. Pratama.

LEAVE A REPLY