Menilik Museum Prangko Indonesia

IF_9995
Desain arsitektur Museum Prangko yang merupakan perpaduan gaya bangunan Bali dan Jawa.

Prangko tak hanya berfungsi sebagai ‘alat pembayaran’ untuk layananan surat-menyurat melalui pos saja. Keberadaannya juga bisa memperkenalkan budaya dan sejarah dari sebuah negara dimana prangko itu diproduksi kepada dunia.

Anda bisa melihat hal itu di Museum Prangko yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Di museum yang arsitektur bangunannya memadukan gaya Jawa dan Bali ini, anda dapat menilik rangkaian sejarah pemakaian prangko di Tanah Air dari masa ke masa.

Zona ruang di dalam museum ini dibagi ke dalam tujuh etalase pamer untuk memajang koleksi prangko dari masa ke masa. Ketujuh etalase itu diatur oleh pihak pengelola museum sedemikian rupa sehingga ketika kita menjelajahi koleksi museum, anda akan merasakan berjalan dalam sebuah alur “cerita” dari zaman ke zaman.

Etalase pamer pertama, berisikan tentang budaya kegiatan surat-menyurat dari zaman Kerajaan Majapahit serta sejarah prangko Indonesia dan prangko dunia. Pada etalase pamer kedua, anda dapat melihat bagaimana proses pencetakan prangko di Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 1945.

IF_9915
Salah satu ruang pamer yang berisikan diorama sejarah penggunaan prangko di nusantara.

Sejarah mencatat, bahwa masyarakat di tanah air telah menggunakan prangko untuk kegiatan surat-menyurat mereka sejak masa Hindia Belanda yaitu tahun 1864 dengan gambar prangko Raja William. Di etalase pamer ketiga, anda dapat mengetahui sejarah prangko berdasarkan periode penerbitan.

IF_9946
Ruang pamer prangko berdasarkan waktu penerbitannya, mulai dari masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia sampai saat ini.

Beranjak ke etalase pamer keempat, anda bisa melihat keindahan koleksi prangko periode tahun 1950 sampai sekarang.Lanjut ke etalase pamer kelima dan keenam, terdapat koleksi prangko secara tematik seperti tema sosial budaya, pariwisata, flora dan fauna, serta tema lingkungan hidup.

IF_9979
Manekin seorang petugas pos yang siap mengantarkan surat sampai ke alamat tujuan.

Kemudian, di etalase pamer ketujuh ditampilkan kegiatan filateli yang digambarkan dalam bentuk diorama. Etalase ini menjadi penutup penjelajahan koleksi prangko di Museum Prangko.

Menilik koleksi prangko dari masa ke masa di museum ini, membuka mata anda, bahwa prangko adalah bagian dari identitas sejarah dan budaya suatu negara yang harus selalu dijaga kelestariannya.

 

Fotografer : M. Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY