‘Menyulap’ Area Sempit Di Belakang Rumah Menjadi Taman

taman mungilJangan terlalu risau dengan sisa ruang sempit yang berada di halaman belakang rumah.  Meskipun minim memperoleh cahaya matahari, ruang ini dapat “disulap” menjadi taman berkat beberapa tips jitu yang diterapkan sebelum memulai suatu langkah yang bermanfaat. Seperti yang dijumpai pada sebuah rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.

Area terbuka di belakang rumah dengan lebar 3 meter dan memanjang ini berada diantara bangunan dan tembok pembatas kaveling yang tinggi. Oleh karena itu, area ini minim terpapar sinar matahari. Oleh Djoni D. Waridan, sang desainer lanskap, digagaslah ide untuk memanfaatkan dinding menjadi bagian dari taman sehingga terbentuk ruang hijau yang terkesan lebih luas dari area sebenarnya.

Dinding seluas 3 m x 5 m diberi list dari bahan keramik bermotif dan bertekstur kayu sebagai pembatas untuk area vertical garden. Keberadaan list seolah-olah “membingkai” area tanaman sehingga menyerupai sebuah lukisan alam yang berpigura.

Untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang minim cahaya matahari, dipilihlah tanaman yang tahan terhadap suasana teduh seperti pakis tanduk rusa, pakis kadaka,serta anggrek.  Sementara area horizontal diisi beberapa jenis tanaman semak yang menyukai suasana mikro yang teduh seperti beragam Calathea dengan corak dan motif daunnya yang unik, dipadukan dengan Bromeliaceae pada bagian tengah sebagai fokus utama.

_MG_5593Minimnya cahaya matahari tidak memungkinkan rumput tumbuh dengan maksimal sehingga digunakan batu kerikil sebagai alternatif penutup tanah. Uniknya, batu disusun secara rapi, tegak, sedikit miring, serta membentuk formasi menyerupai bentuk sisik pada ikan. Ketelitian dan ketekunan menyusun batu tersebut merupakan salah satu tips jitu lainnya sehingga ruang kecil tersebut dapat menjadi hijau dan fungsional.

Foto : Tri Rizeki

Lokasi    :  Taman Keluarga Johanes, Pondok Indah-Jakarta Selatan

Lanskap: Djoni D. Waridan

LEAVE A REPLY