Menyusuri Jalan Menuju Kawah Ijen

kawah ijen

Indonesia dengan gunung berapinya bukanlah hal baru untuk dibicarakan. Meski begitu, keindahan alam yang terdapat di tiap pemandangannya akan selalu menarik untuk dibahas. Salah satu yang cukup terkenal ialah sebuah danau kawah yang terdapat di Gunung Ijen, yaitu yang sering disebut orang dengan Kawah Ijen. Kawah ini merupakan bagian dari Cagar Alam Taman Wisata Ijen, berlokasi di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tentu saja, kawah dari gunung aktif itu memiliki pemandangan yang dapat membuat siapa pun merasa takjub.

kawah ijen

Asap yang terus mengepul dari bibir kawah dan tebingnya yang curam akan terlihat seolah diselimuti oleh kabut, merupakan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Terlebih dengan fenomena cahaya api biru yang keluar dari celah bebatuan

belerang di sekitarnya. Cahaya tersebut akan semakin terlihat jelas saat malam tiba. Air yang terdapat di kawah pun tak kalah menarik, warna hijau tosca danau menjadi perpaduan yang kontras dengan kabut yang menutupinya.

Kawah Ijen

Kawah tersebut sebenarnya merupakan sebuah kaldera dari letusan Gunung Ijen. Lereng-lereng gunung pun hingga kini masih terus mengeluarkan asap solfatara yang lama-kelamaan membentuk furmol atau sulfur. Belerang dari hasil oksidasi tersebutlah yang dimanfaatkan warga untuk dijual. Kawah tersebut memang merupakan salah satu tempat mata pencaharian masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai penambang belerang.

kawah ijen

Di sana merupakan hal yang umum melihat warga mengambil pecahan belerang untuk diangkut dengan keranjang lalu dipikul di pundak. Tanpa menggunakan banyak pengaman, mereka dapat mengambilnya hingga ke bibir kawah, memanggul bongkahan dengan berat puluhan kilo, dan menyusuri jalan curam menuju pos penampungan terdekat.

kawah ijen

Bila ingin berwisata ke kawah ini dan melihat denyut kehidupan yang ada, pengunjung terlebih dahulu harus sampai di Pos Paltuding, kemudian berjalan kaki sejauh 3 km. Lintasan awal sepanjang 1,5 km merupakan medan yang cukup berat karena menanjak dengan kemiringan sekitar 25 hingga 35 derajat. Jalur pun berpasir sehingga membuat kaki semakin sulit untuk melangkah. Dari pos akhir Paltuding tersebut, pengunjung bisa langsung naik ke arah kawah. Pendakian akan memakan waktu sekitar dua jam dan waktu terbaik untuk melakukannya ialah di pagi hari sebelum matahari terbit, antara pukul 05.00 hingga 06.00.

kawah ijen

Foto: A. Hakim, Didan S.

Artikel ini disadur dari artikel di Majalah Griya Asri Edisi Agustus 2013, “Cahaya Biru di Kawah Ijen” oleh Didan S.

LEAVE A REPLY