Merancang Hunian Di Atas Lahan Melebar

Merancang sebuah hunian yang berdiri di atas lahan memanjang ataupun melebar memiliki tantangan serta penyikapan yang berbeda. Jika salah satu solusi menyiasati lahan memanjang adalah dengan membagi massa bangunan, lantas bagaimana caranya menyiasati rancangan hunian pada lahan melebar?

Kondisi tersebut tampak pada hunian yang berlokasi di kota Bandung. Arsitek Vidor Saputro dan Ronald Adikusumo dari Rakta Studio menyiasati lahan lebar seluas 400 meter persegi dengan membuat pengaturan ruang (layout) dengan pola linear (berjajar) yang berorientasi ke arah dalam. Zona bangunan utama dibuat pada zona tengah sehingga keberadaan bangunan diapit oleh taman yang cukup luas. Hal ini menjadi perhatian khusus sang arsitek agar bangunan mendapat porsi yang banyak untuk “berinteraksi” dengan unsur alam di sekitarnya seperti pemandangan hijau yang menyejukkan mata.

Selanjutnya, arsitek membuat perbedaan konsep pada fasad bangunan dan tampak belakang hunian. Arsitek membuat desain yang lebih masif pada fasad bangunan agar privasi keluarga tetap terjaga. Adapun pada area belakang, dibuat pembatas transparan untuk memaksimalkan view danau di lahan belakang. Dengan demikian, pemandangan tersebut dapat dinikmati dari berbagai area, baik dari area living, ruang makan maupun dari kamar tidur.

Dengan kondisi lahan yang melebar, arsitek juga sengaja menghadirkan dua massa bangunan yang membedakan area tinggal utama dengan area servis. Meskipun dibuat seolah-olah menyatu, solusi ini berhasil menghilangkan kesan monoton dengan adanya pola dinding travertine semi-terbuka yang membatasi selasar penghubung antarmassa bangunan pada area dalam hunian. Adapun kisi-kisi kayu yang disusun secara vertikal pada area tangga di ruang dalam, menjadi solusi lainnya untuk menyeimbangkan hunian yang melebar.

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY