Mesjid Kebanggaan Ranah Minang

mesjid di ranah minang

Masjid Raya Sumatera Barat ini berlokasi di pusat Kota Padang dan merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia. Bangunan dengan luas lahan sekitar 40.000 m² dan berdaya tampung 5.000 orang di dalam ruang serta 15.000 orang di halaman masjid ini merupakan tempat ibadah umat Muslim di Kota Padang. Desain masjid ini dirancang oleh arsitek Rizal Muslimin yang keluar sebagai pemenang sayembara desain yang diikuti oleh ratusan peserta.

Ada banyak aspek yang diperhatikan dalam rancangan masjid ini diantaranya adalah bentuk kubus dengan ujung meruncing pada keempat sudutnya yang terinspirasi oleh hikayat batu Hajar Aswad pada sejarah Islam. Model atap ini menggambarkan selembar kain yang dibentangkan, lalu diangkat pada keempat sudutnya seperti yang ada dalam hikayat dan menyimbolkan hubungan antara manusia dan Tuhan serta hubungan antarsesama manusia. Siluet masjid ini juga menyiratkan bentuk tanduk kerbau atau gonjong yang merupakan ciri khas rumah adat Minangkabau. Sementara itu, motif pucuk rebung yang biasanya ada pada kain songket juga diaplikasikan pada dinding luarnya sehingga menguatkan unsur lokal pada tampilan bangunan nan modern.

Selain itu, rancangan masjid ini juga memperhatikan kondisi iklim Kota Padang yang relatif panas. Atapnya didesain tinggi pada keempat sudutnya dan bidang penyekat di luar bangunan dibuat berlubang-lubang agar memaksimalkan sirkulasi udara, kesejukan, dan akustik di ruang dalamnya. Area tertentu dilengkapi oleh kolam air dan taman untuk menciptakan suasana nyaman serta suasana tenang saat beribadah. Konstruksi masjid juga telah dirancang untuk mengantisipasi gempa, mengingat wilayah ini kerap terkena gempa.

Uniknya, interior masjid dilengkapi oleh struktur busur dan bentuk kubah di dalam ruang sehingga tampil berbeda dari tipologi masjid pada umumnya. Selain itu, keempat sudut masjid juga dibangun ramp untuk memudahkan akses ke ruang utama yang berada di lantai atas sekaligus menjadi tempat evakuasi saat keadaan darurat, seperti saat gempa.

* Artikel ini disadur dari artikel ‘Mesjid Kebanggaan Ranah Minang’ oleh Imelda Anwar yang terbit di majalah Smartdesign edisi Juli 2014.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY