Milestone 33 Tahun Majalah Griya Asri

milestone 33 tahun asri

Selain acara pameran foto dan arsitektur, talkshow, workshop, pemutaran film, dan design corner di acara Living World Asri Home Festival, yang berlangsung dari tanggal 18 Februari – 6 Maret 2016 di Living World, Alam Sutera juga ada stand Milestone Asri dari tahun 1983 – 2016 yang menandakan perjalanan majalah Griya Asri selama 33 tahun.

Majalah Griya Asri yang melekat dengan bidang arsitektur, interior, taman dan lingkungan juga terdapat rubrik seni budaya dan pariwisata. 33 tahun bukanlah waktu yang pendek bagi sebuah perusahaan terutama media. Dalam kurun waktu tersebut, Asri telah melakukan perjalanan dan menaklukan tantangan waktu. Dalam perjalanan tersebut ada banyak hal terjadi selama perjalanan.

Di “Jembatan Lintas Waktu” tersebut ada tiga “Gapura Dramatik” yang menandakan tahun-tahun tertentu sebagai gerbang era atau fase menentukan bagi Asri. Gapura pertama pada tahun 1998, menandakan masa sulit ketika saat itu terjadi krisis moneter, tahun 2000, menjadi fase mendapatkan legalitas formal sebagai bentuk perusahaa dan tahun 2004, Asri mengubah tampilan logo menjadi lebih modern.

Dekat anak tangga pertama pada tahun 1983, ada saung rumah tradisional gebyok jawa, ini menjadi simbol ketika saat dimulai pertama kali Asri dalam suasana dan keadaan serba terbatas. Ketika menjalani jembatan lintasan waktu, di tahun 2016 akan bertemu nuansa yang lebih modern, yang menggambarkan suasana kekinian.

milestone2
Heru Wicaksono, penggagas konsep milestone 33 tahun Asri

“Jika manusia berulang tahun, jatah usia hidupnya di dunia berkurang, tapi jika sebuah institusi berulang tahun, itu berarti sebuah momen lahir kembali.” ujar Heru Wicaksono, penggagas konsep Milestone Asri.

Heru yang juga Principle di PT Garis Catur Perdana (Riscadana), Interior dan Konsultan Arsitektur membuat tonggak perjalanan awal dan tonggak hari ini dalam Milestone Asri, yang menjadi refleksi untuk tidak sekadar evaluasi dan berbenah diri, tapi juga mempersiapkan diri untuk bisa lebih tangguh lagi menghadapi tahun-tahun yang ada di hadapan. Ia juga membuat “Jembatan Lintas Waktu”, dari awal berdirinya Asri hingga saat ini.

Di samping “Jembatan Lintas Waktu” waktu ada gambar sampul majalah Asri edisi awal-awal berdiri dan foto-foto karya fotografer Asri dan tulisan redaksi. Ada juga area tokoh dan area personal Asri. “Asri adalah majalah yang punya kekuatan di foto-fotonya, dan gambar bercerita lebih dari tulisan, sosok-sosok dibalik gambar itu, yakni fotografer, perlu ditampilkan, juga setiap bagian yang ada di internalnya. Perjalanan waktu ini mencerminkan daya juang orang-orang yang terlibat di dalamnya.” lanjut Heru.

Heru pun menyampaikan harapannya pada Asri, bahwa harus berani berubah dan tidak takut terhadap pembaruan, dan jangan terlena dengan zona nyamannya. “Tidak hanya persoalan tampilan, bahasa, media gambar, peralatan fotografi, tapi juga perihal manajemen, keterbukaan pemikiran dan ikatan antar manusia yang terlibat di dalamnya.” jelas Heru.

milestone 33 asri
Salah satu sampul majalah Asri tahun 1987

LEAVE A REPLY