Pakai Material Penutup Atap yang Mana?

memilih-atap-material

Penutup atap saat ini tidak melulu genteng. Saat ini banyak pilihan penutup atap yang ada di pasaran. Mulai dari genteng tanah liat, metal, sampai aspal. Semua memiliki tampilan dan keunggulannya masing-masing.

Dalam memilih, Anda tentu tidak bisa melakukannya sembarangan. Salah memilih, tampilan rumah Anda bisa jelek, bahkan bisa terjadi kebocoran pada atap Anda.

Untuk memudahkan memilih, simak artikel ini!

Sesuaikan Dengan Konsep

Hal ini berkaitan dengan tampilan. Sesuaikan material atap dengan gaya bangunan yang Anda inginkan. Rumah bergaya modern cocok dengan genteng aspal dan metal. Sedangkan rumah dengan nuansa etnik cocok dengan rumbia, ijuk, atau genteng tanah liat.

Sesuaikan Dengan Iklim

Indonesia beriklim tropis. Sesuaikan hal tersebut dengan penutup atap Anda. Dengan kondisi lingkungan yang cenderung panas dan lembap, yang sesuai adalah tanah liat dan keramik.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan atap metal, gunakan insulator panas untuk mereduksi panas masuk dari atap. Cara lain untuk menghindari panas berlebih masuk adalah dengan membuat ruang di bawah atap. Ruang tersebut akan mengeluarkan udara panas yang terjebak di dalamnya.

Sudut Kemiringan Atap

Kemiringan atap juga memengaruhi materialnya. Untuk kemiringan yang rendah, Anda tentu tidak bisa menggunakan genteng tanah liat. Anda harus menggunakan atap metal. Jika kemiringannya lebih dari 35 derajat, Anda bisa menggunakan genteng tanah liat dan keramik. Dan untuk atap datar, Anda dapat menggunakan dak beton.

Kemiringan atap ini tergantung pada estetika bangunan. Jika kemiringan yang digunakan terlalu besar dari kemampuan penutup atap maka genteng akan melorot. Jika terlalu kecil maka berresiko terjadi kebocoran.

Ukuran yang Sesuai

Sesuaikan ukuran genteng dengan ukuran atap rumah Anda. Jika atap rumah berukuran besar, sesuaikan pula ukuran genteng Anda. Jika berukuran besar, akan lebih efektif menggunakan lembaran besar. Hal tersebut akan membuat pengerjaan lebih cepat.

Sedangkan untuk rumah berukuran kecil, genteng lembaran akan berpotensi menghasilkan sisa, sehingga harus dipotong. Gunakan genteng dengan ukuran kecil untuk mengurangi potensi sisa.

Kualitas dan Pemasangan

Pastikan genteng tidak retak, permukaan tidak berpori, dan tidak meresap ketika disiram dengan air. Untuk genteng tanah liat, ketuk dan jika berdenting artinya pembakarannya sempurna.

Untuk genteng pabrikasi umumnya kualitas sudah terkontrol. Namun Anda perlu memperhatikan proses penyambungan dan jarak tumpang tindih (overlapping) antar lembar atap agar tak muncul kebocoran.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY