Pameran 46 Karya Indonesia Art Award Digelar Di Galeri Nasional

Dok.-GNI-(8)

Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) bersama Gudang Garam dan Galeri Nasional Indonesia kembali menyelenggarakan Indonesia Art Award. Penghargaan ini merupakan hasil akhir sebuah kompetisi terbuka dimana 46 karya finalis dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia dari tanggal 22 September hingga 1 Oktober 2015. Bekerjasama dengan Gudang Garam, tema yang dipilih pada tahun ini adalah “Hal Publik”, sedangkan tema pamerannya adalah “Res Publica”.

 “Melihat antusiasme para pelaku seni yang telah berpartisipasi dan sejumlah 653 karya yang masuk pada kompetisi kali ini, besar harapan kami bahwa GG-IAA 2015 ini dapat menunjukkan peningkatan kualitas serta peran serta para seniman dan perupa Indonesia”, ujar Titiek Soeharto, Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI).

Menurut catatan kuratorialnya, Jim Supangkat menjelaskan mengenai tema pameran yang diangkat. “Res publica” merupakan istilah dalam Bahasa Latin yang pengertiannya adalah “persoalan publik” (dalam Bahasa Inggris disebut “the public thing/affair”). Namun, Res publica lebih dikenal sebagai dasar kata “republik” yang pengertiannya adalah negara dengan pemerintahan yang meyakini kekuasaan atau kedaulatan rakyat. Karena itu Res publica sering dimaknai sebagai sinonim “republik” walau makna kedua istilah ini sebenarnya berbeda. Karya-karya yang tampil dalam pameran ini, apa pun kualitasnya, bisa dibaca sebagai sebuah “tanda” di antara deretan “tanda” lain pada perjalanan Republik Indonesia dan juga pada evolusi konsep republik.

Penjurian dari ajang kompetisi ini tidak dilakukan hanya oleh pengamat seni rupa yang menguasai persoalan-persoalan seni rupa yang spesifik tapi juga melibatkan publik sebagai juri yang menilai. YSRI mengundang sekitar 30 anggota masyarakat dari berbagai kalangan yang dikenal punya perhatian pada kesenian dan seni rupa.

Foto: dok. Galeri Nasional Indonesia

LEAVE A REPLY