Pameran Seni dan Arsitektur di  Terminal 3

 

Terminal 3 Soekarno – Hatta Airpor kerap kali menampilkan sesuatu yang bisa memikat para pengunjung. Kali ini Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memamerkan karya Seni dan Arsitektur yang memiliki nilai filosofi. Pameran yang merupakan UI Architecture Goes to T3 CGK ini bertema Art, Airport, Architecture, (AAA), akan berlangsung dari 11 – 14 Januari 2017.

Belasan karya seni yang dipamerkan seperti patung, lukisan dan miniature desain bangunan. Karya karya tersebut memiliki filosofi yang beraneka ragam. Ada yang mencerminkan sosok arti wanita, nuansa gedung, keseimbangan beryoga, cinta kasih antara pria dan wanita, serta kendaraan yang semakin menggeliat di Ibu Kota. Semua yang dipamerkan  menarik perhatian para pengunjung Bandara.

“Tujuan pameran ini untuk menonjolkan karya seni anak bangsa  untuk kita banggakan, bahwasanya filosofi sangat tinggi sekali dimana keseimbangan itu sangat penting buat kehidupan kita. Apabila terpilih, hasil karya seni tersebut nantinya akan diaplikasikan di Terminal 3 mengisi space yang masih kosong.” Kata Operation and Service Executive Manager Bandara Soetta Andika Nurjaman.

Pada kesempatan yang sama, Iriantine Karnaya, dosen senior Arsitektur UI menyatakan “Ada 28 mahasiswa yang dilibatkan dalam karya – karya yang dipamerkan di Terminal Keberangkatan tepatnya di Area Check In T3 Bandara Soetta. 28 mahasiswa tersebut keseluruhannya bekerja ekstra menghasilkan karya yang apik dan sedap dipandang. Hasil yang dipamerkan merupakan buah kerja dari individual dan kelompok.” Papar  Iriantine Karnaya.

Iriantine menanggapi tentang tema pameran yang berkaitan dengan seni dan arsitektur. Seni adalah suatu karya yang dibuat atau diciptakan dengan kecakapan yang luar biasa. Sebagai seni, arsitektur mempunyai arti yang lebih dalam dari sekedar usaha pemenuhan pesyaratan fungsional semata mata dalam sebuah program bangunan, lebih mendasar lagi, merupakan perwujudan fisik dari arsitektur sebagai wadah kegiatan manusia. Bangunan tidak saja dituntut fungsional, tetapi juga estetik, unsur estetik mengacu pada unsur keindahan.

Secara spesifik arsitektur adalah keseluruhan proses mulai dari pemikiraan/ide/gagasan, kemudian menjadi karya/rancangan, dan diwujudkan menjadi hasil karya nyata  yang dilakukan secara sadar dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan ruang guna mewadahi aktivitas/kegiatannya yang diinginkan serta menemukan eksistensi dirinya.

Selain itu juga Iriantine mengemukakan, pameran ini memberikan pembelajaran yang berarti bagi para mahasiswanya. Pada dasarnya mata kuliah seni dan arsitektur pada Departemen Arsikteur UI, hadir untuk memberikan penekatan pelatihan kepekaan terhadap mahasiswa mengenai isu keruangan yang berhubungan dengan produk karya seni dan estetika. Aplikasi keilmuan arsitektur dan kreativitas  seni rupa, menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan, sehingga hasil pembelajaran mata kuliah ini akan dapat memberikan pengetahuan yang berdasar pada pengembangan konsep desain dan keterbangunannya.

“Pemikiran estetis, tentang keindahan adalah tentang perasaan dan selera. Secara filsafat sederhana, keindahan adalah bagaimana ia bisa terbentuk dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Suatu karya seni bukan hanya memberikan pengetauhan dan pengalaman yang berharga bagi kehidupan  saja, karena juga memiliki nilai keindahan.” Demikian iriantine seusai pembukaan pameran.

Foto : Ist

 

LEAVE A REPLY