Pameran “The Food Files” Menelusuri Isu dan Problematik Makanan

Sejak tahun 2011, Dia.lo.gue artspace yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, mengadakan program pameran Exi(s)t yang bertujuan memberi kesempatan bagi para seniman muda berbasis Jakarta untuk berpartisipasi dalam rangkaian lokakarya dan pameran dengan suatu tema kuratorial khusus. Tahun ini Exi(s)t #4 mengangkat tema “The Food Files”, berlangsung pada 13 November-13 Desember 2015.

“The Food Files” melibatkan Evelyn Huang, dosen dan kurator dari Jakarta, untuk berperan serta sebagai ko-kurator mendampingi Mitha Budhyarto, kurator Exi(s)t sejak 2011. Pameran ini menampilkan karya dari 9 seniman.

Ayu Larasati menampilkan siklus yang terganggu dalam produksi makanan melalui instalasi keramik; Ayu Dila Martina mengangkat mie instan yang disandingkan dengan identitas kebangsaan; Cempaka Surakusumah memilih pengalaman personal tentang terapi kecemasan lewat memasak melalui instalasi; Faisal Rahman Ursalim mengkritisi moda operasi birokrat dalam pemberdayaan pedagang makanan kaki lima; Fransisca Retno menghadirkan performans yang merefleksikan banjirnya arus informasi mengenai anjuran makanan berkhasiat; Grace Joetama membahas perasaan kerinduan di meja makan dalam latar gaya hidup urban; Januar Rianto mengajak pengunjung untuk menggunakan berbagai indera untuk mengakses karyanya; Ruth Marbun menceritakan ketidakpedulian manusia terhadap proses produksi-konsumsi makanan dalam ilustrasi; Wangsit Fimantika merayakan momen akil balik dengan makan-makan dalam karya video.

 

Makanan yang menjadi tema pameran ini mengajak para seniman dan penonton untuk menilik kebutuhan primer yang kini juga menjadi hiburan dalam gaya hidup urban di Jakarta. Berbicara tentang makanan tidak terlepas dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi dalam spektrum yang lebih luas dan segala problematiknya. Latar politik, ekonomi dan budaya juga turut membentuk persepsi seseorang dalam preferensi makannya. Pameran ini menggarisbawahi kepedulian dan kepekaan seniman yang membahas tentang isu-isu seputar makanan dan kegiatan makan.

“Manifesto makanan ini mempertanyakan persoalan makanan dan yang berkaitan dengan unsur yang membentuk makanan dan konteks yang berkaitan di luar makanan. Produksi bahan pangan dekat dengan keseharian tapi tidak dianggap sebagai artefak budaya. Makanan selesai dimakan hilang begitu saja, bagaimana dibuatnya darimana asalnya jarang dibahas.” ujar Evelyn Huang.

Foto: Aprillia Ramadhina

LEAVE A REPLY