Pantai Klayar, “Surga” Tersembunyi Di Pacitan

Anda berencana berlibur ke pantai akhir pekan ini? Tidak ada salahnya, jika Anda merencanakan pergi ke pantai eksotis bernama pantai Klayar. Pantai yang terletak di Desa Kalak, kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini memiliki pemandangan yang cantik. Hamparan pasir putih sedikit cokelat yang cantik, ombak besar, dan tebing-tebing batu karang yang besar di sekitar pantai yang menjadi ciri khas pantai ini. Pantai yang kaya dengan bebatuan alam ini bahkan didaftarkan ke UNESCO sebagai Geopark atau warisan taman wisata terpadu.

Ada beberapa alternatif jalan menuju ke Pantai Klayar ini ; dari Pacitan atau dari Yogyakarta dan Solo. Kebetulan kami berangkat dari Solo melewati Wonogiri dengan perjalanan sekitar tiga jam. Kondisi jalanannya sendiri bervariasi, dari mulus hingga kondisi jalan ekstrem seperti tanjakan, jalan yang berlubang dan turunan bukit yang cukup curam. Oleh sebab itu dibutuhkan kehati-hatian ekstra saat perjalanan.

Perjalanan panjang dan melelahkan itu akhirnya terbayarkan juga ketika tiba di tujuan. Hamparan pasir putih dan ombak yang bergulung-gulung menyambut kedatangan kami. Tak memerlukan waktu lama bagi kami menyusuri pinggiran pantai ke arah sebelah Timur. Disana, kami menemui laguna yang sangat indah yang diapit oleh jejeran batu karang. Nah, salah satu jejeran batu karang besar ini berbentuk seperti patung piramida di Mesir, Sphinx. Ini adalah spot yang terkenal dan menarik sehingga kerap menjadi objek foto bagi para wisatawan.

Menuju ke batu karang ini, kami akan menaiki beberapa anak tangga dan menemukan karang dengan lubang mirip gua, yang dikenal sebagai karang bolong. Tak jauh dari sini terdapat karang air mancur yang keluar dari celah karang, dengan konon ketinggian airnya bisa sampai 10 m.

Air yang menyembur keluar adalah air laut yang masuk ke celah karang ketika ombak besar datang. Sensasi yang terdapat di pantai ini tidak hanya itu saja. Dari celah-celah batu karang itu dihasilkan bunyi-bunyian seperti bunyi seruling atau bunyi trompet sehingga disebut “seruling laut”. Untuk melihat air mancur ini, kami harus menunggu dengan sabar datangnya ombak yang besar.

Saat berada di atas batu karang ini, kami bisa melihat pemandangan lanskap pantai di sisi Barat dan di sisi Timur. Jejeran tebing batu karang yang unik serta birunya laut dan langit dengan empasan ombak yang bergulung-gulung sungguh merupakan pemandangan yang indah sekali. Walaupun terik panas matahari menyertai pemandangan memesona ini, kami tetap bersemangat dan terpesona akan keindahan wisata bahari nusantara.

Foto : Tri Rizeki

LEAVE A REPLY