Djoko Simbardjo Gelar 150 Lukisan di GOR Jatayu Pekalongan

Pameran Djoko Simbardjo

Pelukis Djoko Simbardjo menggelar pameran tunggal di Gedung Kesenian dan Olahraga (GOR) Jetayu, Pekalongan pada 6 – 9 Agustus 2015. Acara yang memamerkan 150 lukisan  tersebut  dibuka langsung oleh Walikota Pekalongan H. M. Basyir Ahmad dan mendapat sambutan yang antusias dari warga kota Pekalongan.

Pameran Djoko Simbardjo

Dalam sambutannya, Basyir sangat mengapresiasi pameran lukisan tersebut. Dia juga mengharapkan seniman di Pekalongan harus bangkit dan terus berkarya. Dalam pameran bertajuk “Apresiasi Kreativitas” ini, diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif di kota tersebut. Ia berharap, pameran ini menginspirasi seniman setempat lainnya sehingga bisa memperkuat identitas Kota Kreatif UNESCO yang telah disandang Kota Pekalongan.

”Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan. Jika terdapat potensi unggulan dari segenap warga Kota Pekalongan yang belum dieksplorasi, Pemerintah Kota Pekalongan siap memberikan fasilitas yang dibutuhkan,” ujar Basyir.  Pada pembukaan pameran, Basyir menerima lukisan berjudul ”Kapal Komando Gadjah Mada”.

Panitia Pameran Lukisan Djoko Simbardjo, Hendrawati Umar dalam sambutannya menjelaskan, pameran kali ini merupakan pameran tunggal ke-13 dan juga pameran berkelas nasional pertama yang pernah diadakan di Kota Pekalongan. Pada saat pembukaan, Djoko mengatakan, ia sengaja memilih menggelar pameran lukisan tersebut di Pekalongan, yang juga merupakan kampung halamannya. Ia ingin menyampaikan apresiasi dan  menyebarkan inspirasi bagi para seniman di kota kelahirannya tersebut. Ia pun mendorong seniman-seniman muda setempat untuk mengekspos karya-karyanya.

Pameran Djoko Simbardjo

”Saya tidak peduli berapa banyak yang melihat pameran saya. Ada yang menonton syukur, nggak ada ya nggak apa-apa. Yang penting, panggilan hati saya sudah saya ekspresikan,” tuturnya. Bagi Djoko, ilmu di dirinya harus dibagikan kepada orang lain. ”Punya karya tapi tidak diekspos, itu namanya egois. Ilmunya hanya untuk diri sendiri. Ilmu itu ‘kan dari Tuhan, jadi harus disebar,” tandas Djoko.

Pameran Djoko Simbardjo

Pameran yang berlangsung selama empat hari ini dikunjungi oleh ratusan warga Pekalongan, baik pelajar maupun masyarakat luas. Di gedung tersebut, pengunjung  disambut dengan berbagai lukisan bertema pahlawan nasional. Lukisan-lukisan tersebut, di antaranya “Perang Diponegoro” (1981), ”Pasukan Sultan Agung Menyerang Batavia” (1984), ”Pasukan Sultan Agung Menyerang Batavia” (1984), ”Pasukan Berkuda Diponegoro” (2014), dan ”Kavaleri Gadjah Mada” yang dilukis tahun lalu.

Sementara di serambi kanan gedung, pengunjung bisa mengenal kakek Djoko Simbardjo melalui lukisan karyanya yang berjudul ”R Kelan Koesoemodipuro I” dan ”R Kelan Koesoemodipuro II”, serta Raden Saleh I dan II. Adapun di serambi kiri, pengunjung bisa melihat berbagai pengalaman religi Djoko Simbardjo dalam berbagai lukisan.

Setelah masuk ke bagian dalam GOR Jetayu, pengunjung juga bisa melihat keindahan alam Indonesia yang diabadikan dalam lukisan oleh Djoko, di antaranya ”Pantai Selatan Parangtritis” (1987), ”Bukitttinggi” (1988), ”Ngarai Sihanouk” (1988), dan ”Air Panas Ciater” (1990). Sebagian cerita dari perjalanannya berkeliling dunia pun dimunculkan dalam lukisan. Misalnya, lukisan dengan judul ”Venesia” (1984) dan ”Desa di Davos Musim Dingin (Swiss)” (1988).

Pameran Djoko Simbardjo

Selain melakukan pameran lukisan, panitia juga menggandeng mitra lokal sebagai karya pendukung dari tema yang diusung. “Kami juga mengikutkan karya lokal untuk hadir dalam event besar ini,” timpal Yuni Markamto mewakili panitia lokal. Ditambahkan dia, pihaknya menghadirkan  pameran foto batu akik karya Hartanto dan Pradi serta pameran foto karya Sumantoro. Selain itu, dipamerkan pula hasil karya kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Pekalongan, di antaranya lukisan, tempat sampah hias, dan miniatur kapal. Selain Lapas Kelas II Pekalongan, pameran ini didukung oleh Dewan Kesenian Kota Pekalongan, Majalah Griya Asri, produk ramah lingkungan Ridaka, Komunitas Pelukis Pekalongan, Komunitas Insta Pekalongan, Komunitas Akademi Berbagi Pekalongan, dan Komunitas Pecinta Fotografi.

Pameran Djoko Simbardjo

Salah satu yang menarik dari pameran ini ialah adanya karya Dudung Alie Syahbana. Seniman ini mendekorasi ruang pamer dengan karya-karyanya, seperti gebyog, gunungan wayang  setinggi 3 meter, dan peralatan minum yang cantik. Semua dipadu-padankan dengan harmonis. Tidak mengherankan kalau setiap pengunjung yang datang menyempatkan diri untuk berfoto di ruang tersebut.

Pameran Djoko Simbardjo

Pameran tersebut ditutup oleh Sekjen Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto yang juga merupakan putra daerah asal Pekalongan. Dalam sambutannya, Sekjen menyampaikan apresiasi yang tinggi khususnya kepada Prof. Simbardjo. Di tengah kepadatan kegiatannya, Djoko masih memberikan ruang bagi semua untuk ikut menikmati buah kreativitas yang lahir dari imajinasi, lalu dituangkan melalui goresan tangan dan menghasilkan lukisan indah yang bernilai seni tinggi. Melalui pameran ini juga, Sekjen berharap akan adanya agenda lanjutan yang lebih pasti dengan acara seni yang lebih variatif sehingga suatu saat nanti Kota Pekalongan tidak saja dikenal sebagai kota batik, tetapi juga kota yang berciri seni karena jadwal berkesenian di kota ini cukup tinggi.

Foto: Didan S.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY