Perkembangan Teknologi Sulam Dari Waktu Ke Waktu

teknologi sulam

Dahulu para ibu di desa-desa dan pusat kerajinan tangan menyulam dengan cara konvensional, yakni menggunakan alat berbentuk bulat bernama widangan. Alat ini mampu membuat kain menjadi tegang sehingga lebih mudah disulam, tidak berkerut.

Seni menyulam tangan tanpa widangan, tantangannnya adalah membuat materi yang disulam tetap rata. Caranya dengan menarik setiap benang dengan kekuatan dan panjang tertentu sesuai dengan urat serat kain yang di sulam, menggunakan kepekaan tarikan tangan. Di sinilah ketelatenan dan ketelitian sangat diperlukan.

Saat ini telah banyak dilakukan sulam mesin, ada yang masih dijalankan dengan tangan dengan cara menggerakkan benang di atas kain. Teknis sulaman cara ini sering digunakan untuk menghias pinggiran kebaya tradisional, kebaya modern dan busana jenis lain, misalnya busana muslim.

Namun seni hias sulam ini tak terbatas hanya untuk busana; sering pula untuk motif hias taplak, loper, peralatan rumah tangga, mungkin juga untuk menghias tas dan berbagai produk. Sentuhan sulam ini tentunya menambah estetika yang tentu saja memberikan daya tarik khusus bagi produknya.

Akhir-akhir ini mesin sulam dengan teknologi komputer diketemukan dan dijual di pasaran, kebanyakan diproduksi di Jepang ataupun Korea. Teknologi ini menghasilkan hasil sulaman yang lebih presisi, lebih akurat daripada sulam tangan.

Berbagai teknik sulam dengan aneka motif hias ini semuanya indah, tergantung selera dan  pilihan konsumen. Ada konsumen yang masih lebih menghargai kerajinan tangan yang terasa lebih alami dan artistik . Untuk Anda kami tampilkan  beberapa contoh sulaman dengan teknik yang berbeda.

LEAVE A REPLY