Pertemuan Imajiner Pemimpin Dunia dalam Pameran Purjito

Studio Seni Purjito bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia menyelenggarakan Pameran tunggal Purjito “Memorandum” pada 22 Desember 2015 – 8 Januari 2016, di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Pameran Tunggal kelima Purjito ini dikuratori oleh Suwarno Wisetrotomo dan menampilkan sekitar 44 judul karya relief dan patung dengan bahan perunggu, aluminium, dan fiber.

Purjito, lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 14 Juli 1961. Pematung lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini adalah orang Jawa yang dekat dengan gaya hidup penuh laku, peka membaca tanda-tanda, lewat bacaan-bacaan dan ajaran dalam wayang kulit purwa dengan cerita-cerita yang dramatik. Latar budaya semacam itulah yang membentuk pemikiran dan kreativitas Purjito.

Dalam rentang waktu 27 tahun, Purjito telah menggelar lima pameran tunggal. Di antaranya Pameran Tugas Akhir di ISI Yogyakarta (1988); “Mentari Kecil” di Galeri 678, Kemang, Jakarta (2007); “Mandala Cakra” di FSRD ITB (2009); “Sembah” di Taman Budaya Yogyakarta (2014); dan “Memorandum” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2015).

Dalam “Memorandum”, Purjito menjadikan ruang pamer sebagai ruang pertemuan imajiner bagi para pemimpin dunia. Ia memvisualkan dalam patung figur-figur para pemimpin negara Indonesia seperti Soekarno, Gus Dur, Soeharto, BJ Habibie dan Ainun Habibie, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, serta Joko Widodo. Selain itu dihadirkan pula sosok para pemimpin mancanegara seperti Barack Obama, Margaret Teatcher, dan Yaser Arafat.

“Mereka, sejumlah sosok figur tersebut, adalah para pemimpin dan inspirator. Dari merekalah, setiap generasi di negeri ini terus bisa belajar banyak hal, misalnya bagaimana mereka membangun dan mewujudkan impiannya, kehidupan pribadi, aktivitas kemasyarakatan, sosial, politik, ekonomi, dan bagaimana mereka sampai pada pencapaian tugas sejarah seperti itu,” papar Suwarno, kurator pameran.

PAMERAN
23 Desember 2015 – 8 Januari 2016
Pukul 10.00 – 18.00 WIB
Gedung A Galeri Nasional Indonesia
* Pameran tutup pada Libur Nasional tanggal 24, 25 Desember 2015, & 1 Januari 2016.

Foto: dok. Galeri Nasional Indonesia

LEAVE A REPLY