Pertimbangkan Ini Sebelum Merancang Furnitur Multifungsi

furnitur multifungsi

Furnitur multifungsi merupakan pilihan yang tepat jika Anda memiliki hunian yang tidak terlalu besar. Dengan satu jenis furnitur, Anda bisa mendapatkan lebih dari satu fungsi yang tentu saja efektif untuk menghemat lahan sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Meskipun masih terbatas, furnitur multifungsi kini mulai tersedia di pasaran, seperti kursi atau stool yang sekaligus berfungsi sebagai storage. Namun, untuk memperoleh desain yang bagus dan fungsi yang maksimal, Anda lebih baik merancangnya sendiri dan meminta bantuan ahli untuk membuatnya (costumized furniture). Sehingga hasilnya lebih maksimal dan secara visual menyatu dengan desain ruangan yang ada. Nah, berikut ini adalah empat poin yang harus Anda perhatikan sebelum merancang furnitur multifungsi.

Sesuaikan dengan kebutuhan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyusun list kebutuhan. Tentukan jenis furnitur yang Anda butuhkan, apakah berupa lemari, ranjang, meja makan atau kursi. Kemudian gabungkan dengan fungsi lain sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya saja kepala ranjang yang memiliki laci untuk menyimpan mainan anak atau majalah. Dengan demikian, Anda akan mengetahui furnitur seperti apa yang Anda butuhkan dan patut untuk dibuat.

Material dan finishing

Setelah menentukan desain furnitur, selanjutnya pilih material yang akan digunakan sekaligus finishing-nya. Bahan baku pembuatan furnitur sangat beragam, salah satu material yang populer adalah kayu. Jenis kayu yang ada pun bervariasi, mulai dari lembaran kayu seperti multipleks hingga jenis kayu solid seperti kayu jati. Untuk mengefisiensikan bujet, Anda bisa memilih material multipleks atau papan MDF dengan harga yang terjangkau namun kualitasnya cukup baik.

Adapun aplikasi finishing bergatung pada selera Anda. Untuk mendapatkan kesan natural yang memperlihatkan serat-serat kayu, Anda bisa menggunakan finishing pelitur. Sementara untuk memperoleh kesan clean dan modern, finishing duco warna putih menjadi pilihan yang tepat.

Loose furniture atau built in furniture

Jika loose furniture dapat dipindahkan, maka desain built in furniture dirancang seolah-olah “masuk” dan menyatu dengan dinding. Furnitur model ini memberikan efek lapang pada ruangan. Namun pastikan dulu kondisi dinding sebelum ‘menanam’ furnitur di dalamnya. Contoh built in furniture yang umumnya digunakan adalah meja makan atau ranjang kasur.

Luas ruangan

Terakhir, hitung ukuran furnitur sesuai dengan luas ruangan yang ada. Jika ruangan tidak terlalu besar, maka hindari membeli atau merancang furnitur yang besar karena akan membuat ruangan tampak lebih sempit.

Fotografer : Tri Rizeki Darusman

Lokasi : Unit contoh apartemen The Nest, Jakarta

1 COMMENT

LEAVE A REPLY