Piranti Smart Home  Masih Rentan Terhadap Serangan Cyber

 

Avast Software (www.avast.com), pemimpin produk keamanan digital untuk level konsumen dan korporasi di dunia, melindungi lebih dari 400 juta pengguna Internet. Avast menawarkan produk dengan merk dagang Avast dan AVG, yang melindungi pengguna dari ancaman di Internet dengan salah satu sistem pendeteksi ancaman yang paling maju di dunia. Produk keamanan digital dari Avast untuk mobile, PC atau Mac merupakan peringkat teratas dunia dengan sertifikat VB100, AV-Comparatives, AV-Test, OPSWAT, ICSA Labs, West Coast Labs dan lainnya.

Baru baru ini Avast mengumumkan hasil penelitiannya mengenai keamanan piranti smart home  di Indonesia, seperti webcam, piranti pemantau bayi, printer dan perute (router). Hasil penelitiannya telah menemukan bahwa 20.9% piranti smart home di Indonesia masih rentan terhadap serangan siber yang membahayakan privasi dan keamanan penggunanya.

Webcam dan piranti pemantau bayi menempati peringkat yang tinggi dalam kerentanan, dengan persentase jumlah yang rentan mencapai 25.5% dari seluruh piranti yang dipantau. Penjahat siber umumnya menyusup untuk memata-matai pengguna dan anak mereka. Printer menjadi piranti yang rentan berikutnya, 16.3%. Namun, perute menempati posisi teratas. Avast menemukan bahwa 62.7% router rentan terhadap serangan siber.

Melalui perute yang berhasil mereka susupi, penjahat siber dapat mengakses piranti smarthome lainnya yang terkoneksi ke jaringan, seperti webcam, TV pintar atau piranti dapur pintar. Umumnya, semua piranti yang rentan merupakan sebuah jalan masuk untuk menginfeksi piranti lainnya.

“Dengan piranti yang rentan mencapai ratusan ribu di seluruh dunia, penjahat siber bisa saja menciptakan sebuah botnet untuk melumpuhkan server dan situs internet, contohnya ketika  Dyn, sebuah penyedia nama domain, diserang baru-baru ini dan mengganggu lalu-lintas ke situs-situs internet besar, seperti Amazon, Twitter dan Reddit,” kata  Ondrej Vlcek, CTO dan EVP & GM, Consumer, Avast.

“Perute merupakan pintu masuk ke jaringan internet di rumah, sehingga sering dijadikan titik entri bagi peretas yang ingin menyusupi rumah-rumah di Indonesia, yang tidak dilindungi dengan baik, misalnya, karena piranti lunaknya tidak ter-update atau karena menggunakan kata sandi yang lemah.”  Tambah Ondrej

Demi mengamankan piranti yang terkoneksi, pengguna perlu berkontribusi terhadap upaya membuat dunia online lebih aman dengan selalu meng-update piranti lunak mereka dan menggunakan kata sandi yang kuat.

Avast menawarkan tiga cara untuk mengamankan piranti Internet of Things, diantaranya Wi-Fi Inspector, tersedia di Avast 2017 versi gratis maupun premium, tersedia untuk diunduh di www.avast.com. Wi-Fi Inspector memindai jaringan rumah pengguna untuk menemukan piranti-piranti yang rentan dan membantu pengguna mengatasi kelemahan-kelemahan pada keamanan yang ada dengan instruksi selangkah demi selangkah.

Avast menawarkan sebuah platform bagi produsen perute. Platformnya diletakkan di atas perute dan membuat pirantinya pintar untuk melindungi dirinya dan piranti lain yang terkoneksi dengannya.

Wi-Fi Finder, aplikasi Android dari Avast ini membantu pengguna mencari Wi-Fi berkecepatan tinggi yang aman, dan juga memindai untuk menentukan jaringan Wi-Fi yang rentan. Bila menemukan jaringan Wi-Fi yang rentan, Wi-Fi Finder akan memberi masukan bagi pengguna untuk mengatasi masalahnya.

Ft: Ist

 

 

 

 

LEAVE A REPLY