Ragam Material Ekspos Pada Kantor Bergaya Industrial

Bangunan yang berfungsi sebagai rumah produksi iklan ini memiliki sentuhan-sentuhan unik yang mengagumkan. Yu Sing, sang arsitek, menyuguhkan “permainan” bentuk dan material yang atraktif melalui sentuhan gaya industrial rustic yang menjadi identitas bangunan milik Samsara Pictures ini.

Bangunan ini merupakan sebuah kantor informal sebagai ruang pencarian ide dan sebagai rumah kreatif yang memungkinkan karyawannya untuk dapat bekerja sambil bermain. Hal inilah yang ditangkap oleh Yu Sing ketika mengawali proses desainnya.

Bangunan dibagi menjadi dua massa bangunan besar di sisi kiri dan di sisi kanan yang terhubung melalui massa bangunan penghubung sebagai “jembatan”. Massa bangunan di sisi kanan digunakan untuk fungsi-fungsi ruang yang berkaitan dengan kegiatan produksi sedangkan massa bangunan di sisi kiri lebih digunakan untuk ruang-ruang post produksi dan ruang administrasi. Yu Sing mengolah kedua massa bangunan tersebut dengan karakter yang berbeda.

Massa bangunan di sisi kanan didesain dengan karakter “ringan”, plastis, dan fleksibel sesuai dengan karakter fungsi ruangnya sebagai ruang produksi untuk menghasilkan gagasan/ide, konsep sampai pengambilan gambar. Yu Sing merepresentasikannya melalui penggunaan material scaffolding (alat bantu konstruksi) sebagai struktur utama yang dipadu dengan besi dan plester semen sebagai struktur pendukung.

Unsur kaca sebagai bukaan udara dan cahaya alami merupakan pelengkap sekaligus penguat konsep yang ingin ditampilkan. Kaca sebagian besar menggunakan kaca bekas, termasuk kaca mobil bekas yang menghiasi area fasad bangunan.

Massa bangunan di sisi kiri didesain dengan karakter solid, kukuh, dan statis untuk menggambarkan karakter fungsinya sebagai ruang post produksi dan ruang administrasi yang bersifat fixed. Yu Sing memilih material beton dan batu bata untuk mewakili karakter tersebut.

Yang menarik, material batu bata dan beton tersebut tidak dilapis apa pun. Kedua material dibiarkan dalam kondisi unfinished. Menurut Ganesha Tamzil, creative director Samsara Pictures, penggunaan material unfinished ini memiliki falsafah “kejujuran” yang sangat diperlukan dalam menciptakan sebuah karya kreatif.

Salah satu bagian yang menjadi point of interest dari massa bangunan di sisi kiri terdapat di area fasad bangunan yang dirancang sebagai arena panjat dinding. Arena ini biasa digunakan oleh para karyawan untuk sarana melepas penat setelah beraktivitas seharian.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul ‘Playing Seriously’ oleh Hafidh Adhitama di majalah Asri edisi Januari 2015*

Foto : Ahkamul Hakim

LEAVE A REPLY