Ragam Material Jalan Setapak dan Pijakan Untuk Taman

Jika tak mau kaki jadi kotor terkena tanah atau merusak rumput saat melintasi taman yang ada di rumah, maka solusinya adalah membuat jalur sirkulasi dalam taman. Tak hanya mampu menjangkau seluruh area taman dengan lebih nyaman, kehadiran jalur sirkulasi ini bisa mempercantik penampilan taman.

Pada dasarnya ada 2 macam jalur sirkulasi yang bisa dibuat dalam taman, yaitu jalan setapak (pathway) dan pijakan (stepping stone). Jalan setapak berupa jalur utuh yang tak mudah dipindah-pindahkan dan lebih permanen. Sementara pijakan umumnya terdiri dari bagian-bagian yang terpisah, yang membentuk satu rangkaian jalur. Umumnya material pijakan dihamparkan begitu saja di atas permukaan tanah taman tanpa harus diperkuat dengan semen atau sejenisnya.

Ada beragam jenis material yang dapat digunakan untuk membuat jalan setapak ataupun pijakan. Namun, material alami seperti batu alam, batu paving serta potongan-potongan kayu lah yang paling sering dijumpai.

Ragam batu alam yang bisa Anda pilih pun banyak sekali. Diantaranya adalah batu andesit, batu paras, batu candi, batu kali, dan batu koral. Ada yang telah dibentuk dengan ukuran-ukuran tertentu seperti persegi panjang maupun bujur sangkar, dan ada pula yang dibiarkan dalam bentuk alaminya. Menariknya, antarbatu tersebut bisa saling dipadupadankan.

Sebagai contoh, di sela-sela batu andesit yang dipasang tak saling menempel satu dengan lainnya diisi dengan batu koral. Juga bisa ditaburkn di sepanjang tepi kiri dan kanan batu andesit yang telah disusun membentuk jalan setapak.

Tak kalah dengan batu alam, batu paving pun juga banyak sekali ragamnya. Ada yang benar-benar padat dan ada juga tidak, seperti grass block dimana rumput bisa tetap tumbuh di sela-selanya. Sehingga terkesan menyatu dengan rumput atau ground cover taman.

Kayu pun tak kalah oke untuk dipilih sebagai material jalan setapak ataupun pijakan, karena akan memperkental kesan alami taman. Kayu yang dipilih bisa yang sudah berbentuk potongan-potongan panjang untuk dek jika hendak membuat jalan setapak. Sedangkan untuk pijakan, batang kayu yang dipotong melintang akan sangat pas meski tak mudah untuk mendapatkannya.

Yang penting, kayu yang dipilih haruslah kayu yang tahan terhadap cuaca, terutama hujan dan panas. Kayu dengan kualitas nomor satu seperti kayu ulin, bangkirai, dan merbau sangat cocok untuk penggunaan di luar ruang.

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY