Raul Renanda : Memaknai Seni Lewat ‘Rasa’

Berkarya merupakan hal yang tidak dapat lepas dari kegiatan rutin sehari-hari Raul Renanda, seorang arsitek dengan segudang talenta ini. Di tangannya, telah tercipta beragam karya bergengsi, baik rancangan bangunan, desain interior, lukisan maupun karya fotografi. Semua karya itu merupakan bentuk kreativitasnya dalam memaknai “rasa”.

‘Darah seni’ pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1970 ini, sudah tampak sejak ia masih kecil. Secara tidak sadar, pada saat itu ia menginginkan bentuk yang berbeda sesuai dengan imajinasi dan “rasa” yang ingin ia sampaikan. Keterampilan itulah yang akhirnya membawa Raul menjadi seorang arsitek dan desainer interior.

Di antara sekian banyak proyek yang telah ditanganinya, ia menganggap bahwa Gedung Teater Jakarta yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki sebagai hasil karyanya yang istimewa.

Baca juga : Tak Berbatas Di Rumah Raul Renanda

“Secara spesifikasi, pembangunan gedung teater terhitung jarang di Jakarta. Dari sisi bentuk, gedung itu mengadopsi garis melengkung yang merupakan ciri khas saya dalam membuat rancangan,” ujar sarjana arsitektur lulusan Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini.

Setelah sekian tahun merancang bangunan dan desain interior, akhirnya “mengantarkan” Raul pada sebuah kesimpulan bahwa karya yang ia buat harus merepresentasikan “rasa” yang ingin disampaikan dan dapat “dinikmati” oleh orang yang melihatnya.

Menurutnya, faktor lain yang “berbicara” tersebut adalah faktor “rasa” secara desain. “Faktor itulah yang menyebabkan mengapa sebuah proyek hasilnya dapat sukses ataupun tidak. Desain bangunan yang bagus secara visual belum tentu baik selama “rasanya” tidak membuat orang merasa nyaman untuk berada di sana,” ujar Raul menambahkan.

Selain merancang bangunan dan mendesain interior, Raul juga memaknai “rasanya” lewat media seni lukis dan media fotografi. Karya lukisnya didominasi bentuk abstrak melengkung dengan warna-warna seperti hitam, merah, dan abu-abu yang menjadi identitas dan ciri khasnya.

Baca juga : pameran-fortyfivetwenty-wujud-refleksi-diri-raul-renanda

Walaupun telah banyak “melahirkan” karya desain bangunan dan desain interior tetapi Raul Renanda masih memiliki keinginan yang belum sepenuhnya tercapai. “Saya ingin memberikan kontribusi dari segi pemikiran lewat dunia pendidikan di Indonesia” ujar penyuka musik jazz ini menutup perbincangan kami.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Raul Renanda : Berkarya Itu Mengenai ‘Rasa’ oleh Adhitya Pratama di majalah Asri edisi Juli 2014

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY