oleh

Relaksasi di Rumah Sendiri

-Desain, Tips-2.659 views

Setiap rumah niscaya dirancang untuk membuat nyaman penghuni yang berada di dalamnya. Selain memenuhi fungsi-fungsi yang dibutuhkan, rumah juga mencerminkan selera pemiliknya.

Hal inilah yang berusaha diwujudkan oleh Olivia Herman, pemilik sebuah rumah tinggal di kawasan Taman Permata Buana, Jakarta Barat. Di atas lahan seluas 300 m2, Olivia merancang sendiri rumahnya dengan langgam fasd bangunan neo-klasik yang berkesan megah.

Olivia menginginkan rumah yang bernuansa modern serta glamor. Selain itu, Olivia juga menghendaki rumah yang dapat menjadi tempat pelepas penat setelah berkuat seharian dengan pekerjaannya. Dia mengharapkan rumah dengan sarana yang dapat memfasilitasi relaksasi ala hotel di rumah sendiri.

Relaksasi ala Hotel

Untuk membangun rumah yang nyaman buat relaksasi, pemilik menempatkan kolam renang di ruang dalam (indoor) yang terintegrasi dengan ruang-ruang lainnya. Dengan aksen air terjun di salah satu sisinya, kesejukan dari gemericik ari inisudah dapat dinikmati sejak memasuki foyer.

Penempatan tanaman artifisial serta akuarium yang didesain custom pada pinggir kolam
renang pun menambah kesegaran bagi mata yang memandang.

Suasana bersantap dengan view kolam renang ala hotel merupakan ide pemilik rumah dalam neta area mezanin. Baginya, dengan terdapatnya gemericik air, kehadiran unsur tanaman serta plafon yang tinggi dan penggunaan skylight yang transparan pada atap memberi sensasi bersantap yang mengasyikkan.

Optimalisasi Lahan

Salah satu yang menarik dari rumah ini adalah optimalisasi lahan untuk memaksimalkan fungsi-fungsi yang diinginkan. Dengan lahan seluas 300 m2, rumah berlantai tiga ini terasa lapang karena minimnya penggunaan sekat pada ruang-ruang utamanya.

Bagaimana strategi optimalisasi lahan pada rumah ini?

Konsep futuristik yang atraktif melalui efek pencahayaan lampu LED hadir pada salah satu kamar anak.
Kamar mandi di lantai dua tampil dengan aksen warna yang menyegarkan.
Area mezanin di atas kolam renang dengan gemericik air terjun dimanfaatkan untuk bersantap dengan suasana ala hotel berbintang.
Fasad bangunan bergaya neo-klasik yang berkesan megah dengan empat pilar sebagai unsur vertikal yang dominan.

KREDIT

Penulis: Mufliah Nurbaiti
Fotografer: Ahkamul Hakim
Co-writer: Sumardiono

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed