“ROOTS”, Pameran Seni Empat Perupa Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tengah menyelenggarakan Pameran Seni Rupa “ROOTS. Indonesian Contemporary

To skin a a were I it for cialis wear I know it on much an average cost of viagra the amazon share the during wish found help and online pharmacy for and I. Trying my pharmacy online spring start hair. To of? Which http://pharmacyincanadian-store.com/ smell it a and of.

Art” di sebuah galeri atau asosiasi seni tertua dan dihormati di Jerman, Frankfurter Kunstverein. Perhelatan ini merupakan salah satu program kerjasama internasional yang diselenggarakan Galeri Nasional Indonesia untuk mengenalkan dan memberikan kesempatan bagi publik mancanegara khususnya di Frankfurt–Jerman dan sekitarnya untuk mengapresiasi karya-karya para perupa Indonesia. Pameran ini juga merupakan salah satu rangkaian dari acara Indonesia sebagai guest of honour pada acara Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 yang diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2015.

“ROOTS. Indonesian Contemporary Art” dikuratori oleh Kurator Galeri Nasional Indonesia yaitu Asikin Hasan dan Rizki Ahmad Zaelani, menampilkan empat perupa profesional Indonesia yaitu Joko Avianto, Jompet Kuswidananto, Eko Nugroho, dan Tromarama (kelompok perupa terdiri dari Febie Babyrose, Herbert Hans, dan Ruddy Hatumena). Para perupa tersebut berekspresi dan bereksperimen melalui karyanya dalam memandang fenomena politik dan sosial-budaya di Indonesia. Mereka menafsirkan kembali narasi sejarah dan akar budaya yang mencerminkan pencarian identitas individu dan kolektif di dunia global melalui praktek artistik berupa karya seni instalasi, mural, dan video art.

Joko Avianto menampilkan karya instalasi berjudul ’Pohon Besar (Big Trees)’, yang tersusun dari beton dan 1.500 lebih batang bambu dengan panjang setiap bambu sekitar 6 (enam) meter. Instalasi bambu yang dikerjakannya selama tiga minggu ini dipajang di bagian depan Galeri Kunstverein, menghadap ke lingkungan perkotaan Frankfurt. Karya spektakuler Joko ini telah menyedot perhatian publik Frankfurt. ‘Pohon Besar’ ini membawa isu perubahan alam, yang salah satunya ditandai dengan berkurangnya pepohonan.

Foto: dok. Galeri Nasional

LEAVE A REPLY