Samuel A. Budiono: “Membuat Desain Arsitektur Seperti Menggubah Sebuah Lagu”

samuel

Mungkin tidak banyak arsitek yang hebat dalam merancang bangunan, sekaligus mahir bermain musik. Sosok pria bernama Samuel A. Budiono, M.Arch, BSAS, IAI ini merupakan salah satu dari sedikit orang yang dapat melakukan dua pekerjaan berbeda itu dengan sangat baik.

Ia menjadikan musik dan arsitektur sebagai “mitra” yang “berirama” dalam berkarya. Musik arsitektur merupakan trademark pria yang akrab disapa Samuel ini. Jika diamati, hampir seluruh karya arsitektur yang dibuat oleh Samuel, terdapat garis-garis sudut yang “bersentuhan” dengan musik dan terinspirasi dari musik.

“Pengaruh musik terhadap karya saya itu besar sekali. Menurut saya, dua hal itu memiliki kesamaan yaitu sama-sama membangun struktur. Di dalamnya terdapat struktur yang berperan sebagai melodi, harmoni, dan ritemnya,” ujar Samuel yang memiliki minat terhadap genre musik jazz.

Struktur-struktur tersebut membantu Samuel dalam merancang bangunan layaknya sedang mengarang lagu. Ia mengibaratkan, membuat desain arsitektur seperti menggubah sebuah lagu dengan irama-irama tertentu. Aktivitas tersebut tidak terlepas dari improvisasi yang Samuel sangat sukai.

Samuel memberikan contoh bagaimana proyek karya arsitekturnya yang bernama Agro Park telah mengadopsi unsur musik. Karya ini kemudian berhasil memenangkan penghargaan World Architecture Awards di tahun 2009.

“Jika diperhatikan, proyek itu memiliki tema seperti nada staccato. Saat proses merancang Agro Park itu, saya memang sudah menentukan tema ke arah sana. Jika dilihat, proyek itu memiliki aksen berupa sawah yang mendukung tema nada staccato,” ujar Samuel.

Arsitektur yang “Berirama”

Semasa kecil, pengagum musisi jazz Chick Corea dan Keith Jarrett ini memang sudah senang menggambar yang sifatnya struktural, seperti rumah ataupun gedung-gedung. Maka, selepas lulus SMA, Samuel memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Arsitektur di University of Wisconsin, Milwaukee, Amerika Serikat. Setelah itu, ia pun melanjutkan program pascasarjana di universitas yang sama. Selain itu, ia juga mendapat architectural training dari Europe Study Program di Prancis dan di Jerman.

Melalui karya arsitektur yang “berirama”, Samuel kerap berhasil mendapatkan banyak penghargaan. Contohnya, People’s Choice Award 2011 di ajang World Architecture Festival & Inside World Festival of Interiors di Barcelona, Spanyol, HDII Award 2012, dan Best Design Awards 2013 untuk kategori hotel.

Di samping berprofesi sebagai arsitek, Samuel juga seorang komposer dan jazz pianist yang andal. “Saya benar-benar menemukan jiwa bermusik saya di jazz. Karena saya sosok yang gemar berimprovisasi dan tidak suka dikekang,” ujar Samuel menambahkan.

Sekian lama berkarya dalam merancang bangunan, membuat seorang Samuel memiliki impiannya tersendiri. “Saya ingin membuat karya desain arsitektur yang menguras seluruh energi, kreativitas, dan kemampuan saya. Dengan demikian, kehadiran rancangan bangunan karya saya dapat berguna bagi bangsa dan dapat dinilai sebagai sebuah masterpiece desain arsitektur,” ujar Samuel.

Foto: M. Ifran Nurdin

*Artikel ini dirangkum dari tulisan berjudul “Samuel A. Budiono : Musik & ‘Arsitektur Berirama'” yang terbit di majalah Griya Asri edisi Mei 2015 dan ditulis oleh Adhitya P. Pratama

SHARE
Previous articleDIY Membuat Gantungan Majalah
Next article8 Langkah Sederhana Menerapkan Gaya Hidup Zero Waste
Aprillia Ramadhina
Jurnalis, editor dan penulis yang gemar melukis. Mengawali karier sebagai jurnalis sejak tahun 2011. Antusias terhadap filsafat, media, buku dan seni, terutama seni visual, seperti lukisan, patung, instalasi, desain, dan fotografi. Buku yang telah ditulis: "Turn on the Radio" (Bukune, 2015). Email: aprillia.dhina@hotmail.com

LEAVE A REPLY