Sanur Menjadi Kampung Wisata Digital dan Etalase UKM Pertama di Indonesia

Kegiatan Sanur Village Festival (SVF) telah berhasil mengantarkan Sanur sebagai kampung wisata digital dan etalase usaha kecil menengah (UKM) pertama di Indonesia. Disampaikan oleh Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata akan meresmikan kampong wisata UKM digital tersebut sebelum membuka SVF ke-10, pada 26 Agustus mendatang.

Alasan dipilihnya Sanur, menurut Gede karena desa pesisir ini dinilai berhasil memberdayakan berbagai potensi masyarakat, termasuk UKM. Sanur memiliki banyak potensi, mulai dari alam dan lingkungan, kekayaan seni, budaya, serta karakteristik masyarakat yang energik, dinamis, kreatif, sekaligus adaptif dengan budaya luar. Semua potensi tersebut dikreasi dan disajikan dalam kemasan sebuah festival yang kini telah menjadi bagian dari kehidupan desa tersebut.

Peluncuran kampung wisata UKM digital ini akan dilakukan di Pasar Sindu. Pasar tersebut direvitalisasi lima tahun silam dan akan dilengkapi dengan WiFi gratis. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan para pelaku UKM mengakses internet demi menunjang kegiatan menembus pasar global. Secara bertahap, nantinya fasilitas dan infrastruktur lain akan melengkapi program tersebut. Dengan demikian, sanur dapat menjadi etalase UKM nasional, baik secara produksi, promosi, maupun pemasaran. Program ini juga, menurut Gede, didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang akan ikut menggembleng UKM agar dapat bersaing secara internasional.

Selain meluncurkan kampung UKM wisata digital, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga akan melepas tukik sebagai bagian dari kegiatan pelestarian lingkungan SVF. Peluncuran gelar yang sekaligus bertepatan dengan pelaksanaan SVF ke-10 ini juga semakin mendorong implementasi branding Sanur Morning of the World yang diluncurkan satu tahun lalu serta mewujudkann keinginan agar SVF berkelanjutan dan berkemandirian.

Foto: sanurvillagefestival

1 COMMENT

LEAVE A REPLY