Sehangat dan Senikmat Roti

Berawal dari toko roti biasa, Delizia maju pesat hingga kini memiliki pabrik dan toko bakery yang dikombinasi dengan cafe di pusat kota Batang, Jawa Tengah.

Toko roti dan warung kopi masa kini tidak hanya menjadi tempat makan serta minum namun juga menjadi tempat nongkrong atau hang out terutama bagi kalangan orang muda.

Bersantai sambil menikmati roti atau kue dengan kopi memang menjadi pilihan praktis untuk lepas dari rutinitas sehari-hari. Inilah yang disuguhkan oleh Delizia Bakery n Cafe yang berada di lokasi strategis di Jalan Jendral Sudirman, kota Batang, Jawa Tengah.

Fasad toko dipercantik dengan kusen baru untuk pintu masuk, dinding kaca lebar untuk cahaya alami dan kontinuitas visual serta teras yang diisi dengan beberapa meja kursi untuk makan.

Kombinasi bakery dengan cafe ini bisa dibilang yang pertama di Batang dan menyuguhkan makanan juga minuman otentik buatan keluarga Adam Partawidjaja dan Cecilia Novianti, pemilik usaha ini. Awalnya, Delizia hanya toko roti biasa yang buka tahun 2009 kemudian usaha ini maju pesat hingga pabrik dan tokonya mencakup empat buah ruko seluas 500 m2 di pusat kota serta produk baru. Tahun 2016, pemilik ingin mengembangkan bisnisnya sekaligus memberi pengalaman baru bagi masyarakat berupa kombinasi bakery dan cafe.

Adam A. Partawidjaja, owner Delizia Bakery n Café.

Interior toko diperluas ke bagian belakang dan direnovasi dengan mengubah finishing, menambah bar minuman juga area bersantap sesuai dengan gaya hidup urban terkini. Desain renovasi bergaya modern ini dipercayakan pada arsitek Vidor Saputro dari tim konsultan Rakta Studio.

Area kasir dihias dengan plafon gantung berlapis laser cutting yang motifnya dari batik khas Pekalongan serta dipadu dengan finishing motif kayu yang berkesan hangat.

Sebagai tahap awal, fasad toko dipercantik dengan kusen baru untuk pintu masuk dan dinding kaca lebar agar cahaya alami masuk secara maksimal ke ruangan dan kegiatan di dalam toko dapat terlihat serta menarik perhatian orang yang lewat. Teras muka dan kanopi diperluas serta diisi dengan beberapa meja kursi untuk makan lalu dinding penyekat ruang dalam dibongkar agar tercipta tata ruang yang terbuka / open plan serta kesan lapang. Dengan kolom struktural dipertahankan, area display dan ruang fungsional lain disusun sesuai dengan kebutuhan konsumen. Contohnya, meja kasir dan lemari display roti juga cake diletakkan di sekitar pintu masuk karena jenis produk ini sudah dikenal oleh konsumen seperti roti sobek serta rol tape. Rak dan lemari display roti didesain unik serta diletakkan di tengah toko diantaranya menyerupai gerobak tukang roti keliling yang wujudnya modern. Sebagian dinding rak, dan lemari diberi finishing motif kayu yang menghadirkan kesan hangat juga dipadu dengan marmer serta kaca yang bersifat reflektif dan berkesan mewah.

Sebagai aksen menarik, area kasir dihias dengan plafon gantung berlapis laser cutting yang motifnya dari batik khas Pekalongan sehingga menegaskan unsur lokal nan kekinian. Pendekatan serupa juga diterapkan pada area bar minuman dimana dindingnya dilapisi oleh keramik bermotif batik tradisional tapi tampilannya bergaya industrial. Suasana yang lebih santai terasa di area cafe yang ditata dengan beberapa set meja kursi yang muat untuk sekitar 20 orang konsumen. Semua roti dan kue yang didisplay di area ini baru agar konsumen dapat merasakan perbedaannya dari area lain. Panel informasi dibuat interaktif dan ornamen dekorasinya didesain playful dengan beragam bentuk diantaranya berupa foto maupun grafis di dinding yang relevan dengan ‘dunia’ bakery serta coffee shop.

Rak dan lemari display roti didesain unik serta diletakkan di tengah toko diantaranya menyerupai gerobak tukang roti keliling yang wujudnya modern.

Sebuah tiang struktur di area ini ‘dibungkus’ dengan kaca yang reflektif dan di sebelahnya terdapat satu ruangan berdinding kaca lebar dimana konsumen dapat melihat staf toko menghias cake pesanannya. Terakhir, tata cahaya / lighting berperan menciptakan suasana cozy sehingga membuat betah konsumennya dan ramai toko.

Interior toko diperluas ke bagian belakang dan difungsikan sebagai café yang diisi dengan beberapa set meja kursi untuk sekitar 20 orang konsumen serta ornamen dekorasi yan didesain playful.

Aneka produk baik lama maupun baru, diantaranya roti sobek serta rol tape.

Lokasi : Delizia Bakery n Cafe di Batang, Jawa Tengah
Pemilik : Adam A. Partawidjaja dan Cecilia Novianti
Arsitek : Vidor Saputro dari Rakta Studio

LEAVE A REPLY