Seni Daur Ulang Botol Kaca

seni daur ulang botol kaca

Botol kaca bekas minuman yang sudah tak terpakai ternyata dapat didaur ulang menjadi kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi. Salah satu bentuk kerajinan tersebut diantaranya sebagai aksesori pelengkap taman yang unik. Ide kreatif dari seni kaca daur ulang (recycle glass art) tersebut antara lain dirancang oleh Andie dan Dony dari X’otic Bandung yang membuat aksesori artwork pada sebuah taman di kawasan Cimahi, Bandung.

Pecahan kaca, toples, botol bekas atau apa saja yang berbahan dasar kaca dilebur menggunakan teknik pemanasan tinggi sampai 1500 derajat Celcius selama hampir 24 jam. Setelah barang-barang itu benar-benar meleleh, selanjutnya bahan lelehan kaca tersebut dibentuk sesuai dengan keinginan. Kemudian, ditiup membentuk gelembung dengan rongga udara di tengahnya atau ditarik dan diulir sesuai dengan bentuk yang diharapkan.

Glass art tersebut tampil dengan nuansa warna yang berbeda. Meskipun secara keseluruhan bernuansa warna biru tetapi ketajaman dan kepekatannya berbeda. Warna biru yang ditampilkan tersebut bukan warna tambahan tetapi merupakan hasil akhir dari pencampuran material bekas berbahan dasar kaca yang beragam warna dari putih bening, kehijauan, dan kebiruan sehingga menghasilkan beragam warna baru seperti biru terang, kehijauan atau kebiruan yang terlihat bening.


Kolam pancuran sebagai eye catcher dari taman samping tidak luput diberi sentuhan glass art pada bidang tepi yang mengelilingi bibir kolam. Uniknya, keping-kepingan kaca tersebut didesain secara satuan sehingga jika disusun melingkar secara presisi akan tepat membentuk lingkaran. Ada keping yang dilengkungkan ke arah atas pada bagian ujungnya, ada pula yang dibiarkan lurus apa adanya. Semua variasi tersebut merupakan bagian dari kreasi seni yang sengaja diciptakan. Pebbles dari kaca dua warna ditebarkan pada mulut pancuran, mengimajinasikan batu pebbles dengan air yang mengucur di antaranya.

Modifikasi model lainnya misalnya kaca daur ulang tersebut dimodifikasi menjadi bentuk binatang. Contohnya, sekumpulan katak yang ditempelkan pada dinding sangat menyerupai binatang aslinya karena dibuat dengan skala yang kurang lebih sama. Namun, ada pula aksesori berbentuk siput yang sengaja dibuat dalam skala lebih besar dari siput asli. Warna biru mencolok dari siput kaca tersebut menjadi elemen hias di antara taman. Inilah sebuah gagasan unik dan kreatif di seputar taman yang diciptakan Andie dan Dony.

Artikel ini disadur dari artikel Recycle Glass Art oleh Viva Rahwidyasa di majalah Smartdesign Edisi Maret 2014.

Fotografer : Tri Rizeki Darusman
Lokasi : Rumah Tinggal di Kawasan Cimahi, Jawa Barat
Lanskap dan Aksesori : Andie dan Dony dari X’otic – Bandung

LEAVE A REPLY