Sensasi Berjalan di Atas Air

jembatan3

Seniman Christo Javacheff membuat proyek terbarunya yang berjudul “The Floating Piers,”. Ia membuat instalasi berupa jalan mengambang atau jembatan temporer berwarna kuning yang menghubungkan dua pulau kecil di danau Iseo yang terletak di Italia bagian utara. Jembatan ini membentang sepanjang tiga kilometer, berwarna kuning-oranye yang dirancang dapat berubah warna sesuai waktu dan cuaca. Instalasi “The Floating Piers” ini terbuka untuk umum dan gratis selama 24 jam sampai tanggal 3 Juli 2016. (Baca juga: 5 Seni Instalasi Kertas Yang Mengagumkan )

“Karya ini seperti lukisan abstrak, yang dapat berubah sepanjang waktu.” ujar Christo. “The Floating Piers” adalah instalasi pertamanya sejak tahun 2005, ketika ia dan Jeanne Claude, istri sekaligus pasangan kolaborasinya membuat instalasi gerbang berpanel di Central Park, New York. Instalasi ini merupakan instalasi pertamanya sejak istrinya meninggal pada tahun 2009.

jembatan1

“The Floating Piers” menawarkan pengalaman berjalan di dermaga apung yang terasa mirip dengan berada di perahu ringan yang goyang, tanpa harus merasa khawatir mengenai gelombang yang datang tiba-tiba. Untuk melintasinya, lebih baik melepaskan alas kaki, dan tekstur kain nylon akan terasa di kaki. Tersedia penjaga pantai juga yang akan berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. (Baca juga: Wormhole, Instalasi Bambu Karya Eko Prawoto )

“Saya tahu project ini sangat irasional dan tidak berguna. Dunia tetap hidup tanpa benda ini, dan tidak ada orang yang membutuhkannya selain saya dan istri saya Jeanne-Claude. Dia selalu mengatakan bahwa sesuatu itu ada karena kami suka untuk memilikinya, jika orang lain menyukainya juga, itu hanyalah bonus.” ujar seniman berusia 81 tahun itu.

jembatan2

Bagian fisik dari proyek ini tidak hanya dermaganya itu sendiri, melainkan danau, pegungungan, matahari, angin dan hujan yang menyenangkan untuk dialami. “The Floating Piers” terbuat dari 220.000 kubus polyethylene dan ditutupi kain tahan air. Christo pun sengaja tidak memasang pagar pengaman di sepanjang sisi jalan yang nantinya justru akan membuat pengunjung berjalan di tepi. “Saat ada pembatas, perasaan menyenangkan berjalan di atas air akan hilang.” ujarnya. (Baca juga: Ada Rumah Kecil di Tengah Jalanan New York )

Foto: nytimes

LEAVE A REPLY