Seoul Viosys Rilis Mosclean, Perangkap Nyamuk Hemat Energi

Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit paling mematikan dengan angka kematian yang terus meningkat setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2016 ini tercatat 21.768 kasus demam berdarah dengan jumlah korban mencapai 210 orang.

Bulan Agustus ini European Centre for Disease Prevention and Control bahkan mencatat telah Indonesia masuk dalam daftar 50 negara  dengan ‘transmisi virus Zika lokal aktif’. Fakta inilah yang lantas melatarbelakangi perusahaan produsen UV LED dan perangkat ramah lingkungan asal Korea Selatan, Seoul Viosys, untuk merilis perangkat pembasmi nyamuk bernama Mosclean.

Marketing Director Seoul Viosys, Lee Junsub, mengatakan alat ini dirancang dengan teknologi violeds menggunakan UV LED yang mampu menangkap nyamuk dan serangga kecil lainnya lebih cepat dibandingkan perangkap nyamuk lainnya.

Lebih lanjut Lee Junsub menuturkan Mosclean dilengkapi dengan sinar UV yang digemari oleh nyamuk. Sinar ini bekerja untuk menarik perhatian nyamuk dan serangga untuk mendekat. Kemudian teknologi motor penggerak kipas akan menarik nyamuk masuk ke dalam perangkap. Teknologi ini juga mampu memusnahkan nyamuk dengan menggunakan udara panas yang dihasilkan.

Selain efektif menangkap nyamuk, perangkat ini juga dikatakan hemat energi dengan konsumsi daya sebesar 4 watt/jam. Jangkauan areanya pun mencapai 1000 kaki persegi atau setara dengan area garasi berkapasitas 4 mobil.

Mosclean rencananya akan segera dirilis pada bulan Agustus ini dengan harga sebesar Rp 509.900. saat ini produk ini bisa didapatkan di sejumlah online shopping, namun kedepannya Seoul Viosys berencana mengembangkan jangkauan pasar ke sejumlah gerai dan toko belanja di Indonesia.

 

LEAVE A REPLY