“Simpul” & Kompleksitas Kota dalam Kompetisi Nasional Mahasiswa Arsitektur

Berbagai permasalahan yang ada pada sebuah kota merupakan topik yang menarik untuk dibahas. Topik ini jugalah yang diangkat dalam Kompetisi Nasional Mahasiswa Arsitektur, hasil kerja sama jurusan arsitektur Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Aboday dengan tema “Simpul”. Kompetisi tahunan tersebut, sebelumnya mengambil tema “Pasar dan Ruang Pertunjukan” pada tahun 2013 dan “Rimpang” di tahun 2014.

Tahun ini, kompetisi memfokuskan pada kompleksitas ruang-ruang kota yang diakibatkan oleh beragamnya aktivitas dan kebutuhan manusia. Simpul jalan sebagai titik penting, entah itu untuk meeting point atau penghubung, tentu mengundang peningkatan konsentrasi aktivitas dengan berbagai kepentingan yang tumpang tindih. Ini membuat simpul jalan menjadi lokasi yang strategis dalam struktur kota. Selain itu, membuatnya sangat potensial untuk dieksplorasi dari sudut pandang arsitektur.

Kali ini, peserta diminta kritis mengamati permasalahan simpul kota di lingkungan masing-masing, lalu mengusulkan jawaban dari permasalahan tersebut. Jawaban dihadirkan melalui rancangan jalur pedestrian pada lokasi masalah yang dipilih. Sementara untuk juri, Han Awal, Kevin Mark Low, Johansen, dan Defry Ardianta, diundnag untuk menilai dan menyeleksi 27 karya yang masuk.

Dimulai dari tahapan 10 besar hingga terpilih 5 terbaik untuk mengikuti penjurian akhir di Universitas Pelita harapan pada 2 Juli lalu. Karya yang dipresentasikan ialah Stories of Coexistence oleh I Made Nuradi (Universitas Parahyangan), Sub-Merged oleh Yohanes Richo (Universitas Kristen Petra Surabaya), Teras Pecinan Yogyakarta oleh Eka Pradhistya (Universitas Gadjah Mada), Peloro Bridge oleh Aldo Siregar (Universitas Brawijaya), dan Shared Nodes oleh Deddy Laundryansyah (Institut Teknologi Sepuluh Nopember).

Meski tak ada satu pun dari peserta yang menurut juri mampu menjawab persoalan hingga tuntas, ada peserta yang telah melakukan analisis dengan sangat baik, yaitu Aldo Siregar yang berhasil memenangkan hadiah study trip ke Tokyo, Jepang. Sementara itu, ada juga Deddy Laundryansyah yang mendapatkan uang tunai sebesar Rp5.000.000.

Foto: Dok. UPH&Aboday

SHARE
Previous articlePhilips Luncurkan Setrika Uap 2in1
Next article3 Cara Bersihkan Microwave
Azuwit Gani
Penyuka puisi dan novel fiksi ini memiliki keinginan untuk merasakan hidup di kota lain selain Jakarta. Keinginan lainnya yang belum terwujud ialah mengunjungi banyak negara dan menulis buku.

LEAVE A REPLY