Sukses Menerapkan Urban Farming Di Daerah Perkotaan

urban farmingSeiring dengan meningkatnya pemahaman serta kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat melahirkan wacana untuk mendorong masyarakat urban menanam sendiri tanaman sayuran di halaman rumah mereka untuk keperluan rumah tangga masing-masing. Kegiatan ini secara populer disebut urban farming. Lantas bagaimana konsep ini dikembangkan, dengan teknik penanaman seperti apa, serta jenis tanaman apa saja yang dapat ditanam di daerah perkotaan?

Kalau dulu tanaman sayuran banyak dijumpai di lahan pertanian di dataran tinggi, kini tidak lagi karena para peneliti sudah berhasil menemukan varietas-varietas yang memiliki toleransi terhadap iklim dan cuaca di dataran rendah.

urban farmingSalah satu contohnya adalah konsep urban farming yang digagas oleh East West Seed Indonesia, yaitu dengan menanam sayuran dan bunga menggunakan benih pada halaman area kantor dan pabrik mereka di kawasan Sadang, Purwakarta. Lahan berada pada ketinggian tanah 100 m di atas permukaan laut dengan iklim mikro yang terbuka dan panas dengan suhu udara rata-rata 32 derajat Celcius pada siang hari.

Pada lokasi percontohan terlihat beragam jenis tanaman sayuran ditanam dengan berbagai cara. Tanaman sayuran ini dapat sebagai tanaman pengisi screen wall, sebagai tanaman pot, sebagai tanaman penutup tanah, serta sebagai tanaman merambat yang menutupi pergola dan selasar yang menghubungkan satu area ke area lainnya.

urban farmingIde-ide unik dan kreatif kemudian ditampilkan melalui barang-barang bekas yang dimodifikasi menjadi pot-pot dan planter box. Misalnya, drum bekas dari plastik yang dibelah menjadi dua, kemudian dimanfaatkan sebagai pot yang ditanami satu jenis tanaman pada setiap potnya. Planter tersebut dicat warna-warni, kemudian ditata berselang-seling atau digantung pada kanopi sebagai pot gantung.

Adapun jenis tanaman sayuran yang dapat ditanam di dataran rendah antara lain bayam merah dan bayam hijau, selada hijau dan selada merah, tomat, bawang merah yang dapat dipetik daunnya dan umbinya, kangkung, kembang kol, cabe merah keriting, serta cabe rawit dan jagung manis.

Foto : Tri Rizeki

LEAVE A REPLY