oleh

Tabebuia, Menanam “Sakura” di Indonesia

Pernahkah merasa melihat pohon sakura di Indonesia, di Jakarta atau Surabaya? Jika iya, Anda tidak salah, karena ada pohon berbunga mirip dengan bunga cantik asal Jepang itu. Namanya, tabebuia atau tabebuya (Tabebuia chrysotricha), sebuah tanaman berjenis pohon besar asal Brazil dengan bunga berbentuk terompet.

wikimedia

Karena bentuknya itu, pohon ini disebut juga dengan nama trumpet tree. Warnanya sangat beragam, seperti pink muda, merah, putih, kuning, atau magenta. Namun, umumnya yang banyak ditanam di Indonesia ialah tabebuia berbunga kuning dan pink. Terbayang, bukan bagaimana cantiknya taman atau jalanan bila dihiasi dengan pohon satu ini?

Tumbuhan ini sangat menarik, sekalipun daunnya tidak mudah rontok, tetapi jika saat musim berbunga hampir seluruh daunnya rontok dan berganti dengan bunga yang penuh warna. Dari sanalah didapat pemandangan cantik pohon tersebut. Tingginya bisa menjulang mulai dari 8 hingga 15 meter dengan batang yang tidak terlalu besar.

Selain tampilannya yang didominasi oleh bunga, pohon ini juga memiliki keunggulan lainnya. Memiliki ketahanan hidup yang tinggi merupakan salah satunya. Pohon tersebut dapat bertahan dalam kondisi kekeringan dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah. Tabebuia pun tidak membutuhkan waktu lama untuk tumbuh, terkadang pada usia 8 bulan pohon ini sudah menghasilkan bunga. Umumnya, musim bunga tabebuia sendiri berlangsung saat musim kemarau.

Sementara itu, akar pohonnya yang berjenis akar tunggang (tunggal) pun aman untuk konstruksi bangunan di sekitarnya walau berbatang keras. Namun, bila ditanam di taman atau berdekatan dengan rumah, ingat untuk selalu memangkasnya dan pertahankan ketinggian sekitar empat atau lima meter.

treesonsanpedrostproject

Menanam pohon ini bisa dengan biji yang didapat dari buahnya. Pilih biji yang benar-benar tua, keringkan, dan simpan di tempat kering minimal selama satu bulan. Kemudian, semai dalam media tanam dengan tanah PH 6,6-7,5 dan rawat hingga berukuran 1 meter atau lebih, lalu tumbuhan bisa dipindahkan. Pastikan tumbuhan disiram dan mendapat sinar matahari yang cukup. Saat tumbuhan sudah mencapai ketinggian di atas 10 meter, tabebuia tidak lagi memerlukan penyiraman. Meski begitu, untuk hasil maksimal tetap lakukan penyiraman dan lakukan pemupukan setiap tiga bulan sekali.

Foto 1: neighborhoodnursery

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed