Taman Resor yang Romantis

Kompleks Jadul Village Resort & Spa menempati sebuah area terbuka dengan kontur tanah yang berbentuk seperti mangkuk, di kawasan Lembang-Bandung.

Konsep taman yang dirancang dan dibangun oleh Reza Anwar dan tim berhasil “menyulap” lahan asli berupa sawah dan padang rumput sampai menjadi taman tropis dan alami yang mengelilingi bangunan-bangunan antiknya hanya dalam kurun waktu dua tahun saja.

Reza menerapkan konsep romantis yang mengangkat eksotisme tanaman tropis dan tanaman produktif yang mudah dijumpai di sini tetapi memiliki keindahan alami. Di antara komposisi softscape tersebut, ditempatkan beberapa benda seni (artwork) antik yang “tidak semestinya” ditempatkan di taman sehingga terlihat unik dan artistik.

Konsep eksterior dirancang untuk menegaskan fungsi ruang dan pengelompokan clustering yaitu bangunan penginapan yang terdiri dari vila tipe Gebyok, tipe Joglo dan tipe Limasan, serta area penunjang seperti spa, lobi dan restoran. Area taman yang mengelilingi vila tipe Gebyok menampilkan keistimewaan tanah yang berkontur. Komposisi beragam tanaman yang mengelilingi bangunan seolah-olah menjadi pagar hidup. Sudut yang sangat curam kontur tanahnya maupun kontur tanah yang menurun curam ke arah jalur pedestrian, dibuat trap dan diolah dengan tanaman.

Vila tipe Joglo berada pada posisi yang lebih datar, sehingga keunikan dan karakteristik unitnya ditampilkan melalui pemilihan beragam jenis tanaman pisang-pisangan. Konsep yang berbeda diaplikasikan pada taman yang mengelilingi vila tipe Limasan yang dirancang berupa pool garden. Tiga massa bangunan diposisikan saling menyiku, dibatasi dengan regol sebagai gerbang menuju ke setiap area vila. Selanjutnya, ketiga regol dihubungkan dengan jembatan yang seolah-olah mengapung di atas kolam teratai.

Taman yang mengelilingi spa merupakan taman tersembunyi (hidden garden), karena terletak tersembunyi di balik vila tipe Limasan. Desainer sengaja membuat konsep yang sangat berbeda di dalamnya sehingga memberikan petualangan yang penuh “kejutan”.

Kesan yang sangat luas dan terbuka pada area penerima dan Alun-Alun, seakan-akan diubah melalui konsep yang liar (wild) penuh detail pada spa pool garden. Massa bangunan antik yang berukuran lebih kecil menjadi bangunan spa, masing-masing dihubungkan dengan jembatan yang seolah-olah mengapung di atas pool garden. Hampir seluruh permukaan pool tertutup oleh tanaman teratai dan pola aliran gerakan air diatur seperti aliran sungai di alam.

Konsep pengembangan taman di seputar restoran berawal dari ide mengangkat suasana rumah bergaya pedesaan di antara sawah seperti yang ditampilkan padi subak tourism di Bali. Pola irama masa tumbuh tanaman padi yang hanya berumur pendek menampilkan pemandangan yang berbeda yaitu di masa tanam, masa tumbuh sampai masa padi membentuk bulir dan menguning. Pencahayaan di senja hari dan malam hari merupakan penegas suasana romantis yang ingin ditonjolkan.

Liputan lengkap tentang “Taman Resor yang Romantis” dan artikel lain tentang arsitektur, interior, taman dan lingkungan dapat Anda nikmati di Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 03, Maret 2012.

Anda bisa mendapatkan Majalah Griya Asri di toko buku atau kios majalah terdekat. Untuk berlangganan Majalah Griya Asri secara langsung, silakan mengikuti prosedur berlangganan.

 

 

Lokasi: Jadul Village – Bandung
Arsitek Lanskap: Reza Anwar dari Atelier Lifescape

Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: M. Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY