Topiary, Seni “Memahat” Tanaman

topiaryDi dunia tanaman hias ternyata terdapat seni tersendiri yang spesifik yang bernama seni topiary. Topiary adalah karya seni pangkas tanaman atau biasa disebut dengan seni mengukir tanaman ataupun seni memahat tanaman. Seni ini melibatkan kegiatan membentuk tanaman hias menjadi satu bentuk figur yang unik dan kreatif dengan cara memangkas tanaman.

Dahulu, topiary banyak diterapkan di bangunan-bangunan kerajaan (istana-istana) atau gedung-gedung besar dan penting yang terdapat di seluruh dunia. Namun, seiring dengan perkembangannya, kini topiary sudah banyak dimodifikasi oleh “pemahat tanaman” meskipun tetap mengacu pada pakem bentuk aslinya, khususnya untuk yang berbentuk bulat, seperti topi.

Seperti yang dilakukan oleh Hendrawati Umar. Wanita berusia 77 tahun ini menggunakan bunga artifisial yang berkualitas baik sehingga hasil rangkaian pun terlihat cantik. Dalam membuat topiary ini, wanita yang akrab disapa Ipuk, juga memanfaatkan bahan-bahan yang beraroma khusus seperti kayu manis yang dipakai untuk bagian batang, serta cengkeh atau kapulaga yang dapat dipakai untuk bagian dasar dari rangkaiannya.

Proses membuat topiary ini tidaklah sulit tetapi dibutuhkan ketelitian, kepekaan, serta kesabaran. Menurut Ipuk, tidak ada batasan dalam ketinggian rangkaian topiary, asalkan terdapat keseimbangan antara tinggi (batang) dan besarnya rangkaian bunga (tanaman). Seni membentuk tanaman ataupun merangkai bunga ini dapat menjadi sebuah karya seni yang indah dan elegan.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul ‘Topiary Karya Seni Yang Indah’ oleh Denyza Sukma yang terbit di Majalah Asri edisi April 2016.

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY