Unsur Budaya Betawi Versi Modern Di Hotel Kosenda

budaya betawiPredikat Indonesia’s design hotel rasanya layak disandang oleh hotel Kosenda. Hotel milik Ruben Kosenda yang diresmikan pada pertengahan tahun 2013 ini tampil atraktif berbalut arsitektur kontemporer dan desain interior yang melukiskan ragam budaya betawi di tahun ’60-an yang dikemas dalam versi modern demi menyesuaikan gaya hidup masyarakat urban saat ini.

Hotel yang berdiri di atas lahan seluas 600m2 ini mengadopsi unsur budaya Indonesia, terutama budaya betawi sebagai benang merah dari konsep desain secara menyeluruh. Salah satunya adalah bentuk wajik (diamond) yang umumnya dijumpai pada rumah-rumah tradisional betawi. Bentuk geometri ini dipercaya dapat menangkal bala. Oleh Ruben, keindahan bentuk wajik ini lantas diekspos menjadi elemen dekoratif yang menghiasi hampir di setiap sudut ruang.

Pada fasad contohnya, bangunan delapan lantai yang dibalut acian semen tersebut mengekspos bentuk wajik yang muncul melalui bidang transparan. Aplikasinya tersebar secara acak mengisi permukaan dinding fasad. Pada malam hari, efek cahaya lampu yang berasal dari bidang transparan tersebut menjadi aksen yang menarik pada tampilan bangunan.

Selain bentuk wajik yang konsisten digunakan sebagai elemen dekorasi, sang desainer interior Santi Aloysius juga menggandeng seniman visual sekaligus ilustrator Sanchia T. Hamidjaja dalam melukiskan wajah kota Jakarta melalui guratan mural yang menghiasi dinding void hingga menerus ke arah teras. Kolaborasi desain keduanya berhasil menyajikan unsur budaya betawi dalam versi yang lebih modern.

Nuansa Betawi tempo dulu kemudian dipertegas dengan hadirnya furnitur vintage yang hampir seluruhnya didesain khusus untuk proyek ini. secara menyeluruh, kolaborasi desain, kultur, teknologi dan seni memberikan pengalaman berbeda yang enyenangkan bagi para tamu yang menginap.

Foto : Tri Rizeki

Lokasi : Hotel Kosenda, Jakarta

LEAVE A REPLY