Workshop Pengelolaan Koleksi Museum di Galeri Nasional

workshop pengelolaan koleksi museum

Pengelolaan koleksi museum menjadi sesuatu yang penting, mengingat peranannya sebagai tempat menyimpan koleksi peninggalan sejarah, yang tentunya butuh penanganan khusus agar tetap terjaga dengan baik.

Galeri Nasional Indonesia bekerja sama dengan National Portrait Gallery, Canberra, Australia menggelar Workshop Pengelolaan Koleksi Museum, pada 6–7 April 2016, di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia. Acara ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah terjalin antara Galeri Nasional Indonesia dan National Portrait Gallery, yang salah satunya telah diwujudkan dalam bentuk pameran Masters of Modern Indonesian Portraiture pada tahun 2014 silam di National Portrait Gallery, yang menampilkan 25 karya koleksi Galeri NasionaI Indonesia atau Koleksi Negara dan 11 (sebelas) karya buah pikiran seniman kontemporer Indonesia.

Dalam Workshop Pengelolaan Koleksi Museum ini, pemateri yang hadir antara lain A. Rikrik Kusmara (Kurator), A. Sudjud Dartanto (Kurator Galeri Nasional Indonesia), Angus Trumble (Director National Portrait Gallery), Bruce Howlett (Registrar National Portrait Gallery), dan Christine Clark (Exhibitions Manager National Portrait Gallery). Para pemateri memberikan paparan seputar pengelolaan koleksi museum yang meliputi pengelolaan storage, transportasi dan packing; peranan dan tanggung jawab kuratorial termasuk display koleksi atau karya, desain dan pengembangan pameran; edukasi dan program publik; serta latihan membuat laporan kondisi karya.

Para peserta yang hadir terdiri dari akademisi perguruan tinggi bidang manajemen galeri dan lembaga pengelola koleksi seni rupa seperti museum dan galeri. Selain mendapatkan materi, peserta juga dapat sharing langsung dengan para narasumber, berbagi informasi dan pengalaman.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana berharap workshop ini mampu meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia dan layanan edukasi, serta sarana dan prasarana bidang pengelolaan koleksi seni rupa di lembaga museum atau galeri. “Melalui program ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman, wawasan, dan pengetahuan seputar manajemen koleksi dan pameran yang dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan regulasi di masing-masing lembaga,” tuturnya.

Program kerjasama internasional seperti ini selanjutnya akan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan tema dan konsep yang berbeda dalam rangka menjalin dan meningkatkan hubungan kemitraan di bidang seni rupa antara Indonesia dan Australia.

Foto: dok. Galeri Nasional Indonesia

 

LEAVE A REPLY