Wujud Konsep ‘Sliced & Folded’ Pada Bangunan Kontemporer

Bold, open, dan raw. Demikian gambaran suasana kediaman milik pasangan muda yang berlokasi di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Desain rumah ini mengadopsi konsep “disobek dan dilipat” (sliced and folded) dalam mengolah wujud bangunan.

Sebagai langkah awal, arsitek Firman Herwanto dan tim dari biro konsultan Pavilion 95 berupaya mengolah potensi lahan seluas 350 m2 yang berada di hook jalan kompleks perumahan dan terdiri dari dua kaveling bersebelahan. Lahan tersebut dirasa terlalu luas bagi keluarga kecil dengan seorang anak ini, sehingga arsitek memutuskan untuk membangun dua massa bangunan setinggi dua lantai yang dipisahkan oleh taman dalam (inner courtyard).

Massa bangunan utama diperuntukkan untuk ruang-ruang komunal dan kamar tidur sedangkan massa bangunan tambahan (annex) untuk ruang-ruang pendukung.Selanjutnya, arsitek merancang wujud massa bangunan yang didominasi oleh bentuk geometris simpel yaitu menjadi dua buah bentuk boks, di mana bentuk boks utama lebih besar dari bentuk boks annex.

Pada boks utama, massa bangunan dibuat lebih tinggi dari permukaan jalan dan area masuk dilengkapi dengan beberapa buah anak tangga. Kemudian, sisi panjang dari bangunan “disobek” (sliced) dan permukaan yang “tersobek” tersebut, “dilipat” ke luar (folded) sehingga dindingnya menjadi bukaan berupa deretan jendela kaca lebar. Sementara itu, bagian bangunan yang “terlipat” ke luar berfungsi sebagai teritis untuk meredam teriknya cahaya matahari dan derasnya kucuran air hujan.

Massa bangunan boks annex ditempatkan pada permukaan jalan. Namun, bila dilihat dari ruang dalam bangunan boks utama maka posisi lantai bawah dan lantai atas antara kedua bangunan boks tersebut, akan membentuk pola split level. Bangunan boks annex juga didominasi oleh dinding kaca lebar, terutama pada lantai atas yang diakses melalui ramp dari taman dalam.

Finishing bangunan pun dibuat sederhana yaitu mengekspos tekstur, warna, dan karakter asli dari bahan yang digunakan. Tujuannya adalah menciptakan bangunan bergaya modern kontemporer, tampil menonjol (bold) tetapi tetap “ringan” seperti terlihat pada fasad bangunan. Dinding bagian atas bangunan boks utama ataupun bangunan boks annex dicat warna putih sedangkan dinding bagian bawah dilapisi oleh acian kamprot bertekstur kasar berwarna abu-abu. Tanaman merambat Lee Kwan Yew sengaja ditanam pada dinding muka agar “melunakkan” fisik pembatas kaveling sehingga rumah terasa sejuk.

Arsitektur, Interior, dan Lanskap : Firman Herwanto dari Biro Konsultan Pavilion 95

Foto : Ifran Nurdin

LEAVE A REPLY