Yuk Intip Koleksi Lukisan Milik Istana Kepresidenan RI!

if_mg_9790

Untuk pertama kalinya sejak 71 tahun Indonesia merdeka, koleksi karya-karya seni milik Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang syarat akan nilai-nilai nasionalisme dan sejarah diperlihatkan kepada khalayak.

Era pemerintahan Presiden Soekarno merupakan awal mula keberadaan barang-barang seni di Istana Negara, Jakarta. Pemimpin pertama di Republik Indonesia ini memang dikenal memiliki selera yang tinggi dalam bidang seni. Sebagian besar koleksi benda-benda seni merupakan hasil upaya Soekarno sendiri, yang tidak segan berbelanja langsung ke berbagai galeri atau sanggar seni.

Terdapat pula lukisan-lukisan yang didapat dari pemberian pemimpin negara-negara lain ketika berkunjung ke Indonesia. Sejak saat itu, Istana Kepresidenan Republik Indonesia menjadi ruang istimewa bagaikan sebuah galeri bangsa yang memiliki koleksi benda-benda seni berjumlah lebih dari 15.000 item sampai saat ini.

Ini merupakan upaya perdana pihak Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, dan Mandiri Art untuk memamerkan koleksi karya-karya seni terpilih kepada masyarakat umum.

Dengan tema “17/71: Goresan Juang Kemerdekaan”, pameran yang diadakan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta ini mempertautkan wacana seni dan sejarah Kemerdekaan Indonesia sebagai narasi utamanya. Seni dinilai mampu menjadi wadah yang dapat menampung setiap bentuk ekspresi individu, yang kemudian memiliki korelasi terhadap wujud kebebasan dan merdeka.

Pengejawantahan tema tersebut merupakan visualisasi berupa kisah-kisah heroik dan mengandung semangat untuk merdeka, bebas menuju negara yang berdaulat, adil, dan makmur. Terdapat 28 karya lukisan dari 21 pelukis ternama Indonesia, 100 karya foto-foto kepresidenan, dan 9 buku mengenai koleksi karya lukisan Istana Kepresidenan Republik Indonesia dipamerkan di acara yang berlangsung selama hampir satu bulan lamanya ini.

Sederet seniman fenomenal yang hadir melalui karya diantaranya S. Sudjojono, Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah, Dullah, Hendra Gunawan, Henk Ngantung, dan lain-lain. Pameran ini juga memperlihatkan karya lukisan dari Presiden Soekarno berjudul “Rini”.

Sang kurator pameran, Mikke Susanto dan Rizki A. Zaelani, menerangkan bahwa karya-karya para maestro ini menghadirkan banyak kisah tentang perjuangan hidup, pergolakan terhadap situasi yang mencekam sampai gambaran tentang nilai-nilai kepahlawanan yang hadir pada pribadi-pribadi yang kuat dan menarik serta menjadi inspirasi di kemudian hari.

*Artikel ini disadur dari artikel berjudul “Merasakan Nasionalisme di Atas Kanvas” oleh Adhitya Pratama yang terbit di majalah Asri edisi September 2016

Foto : Ifran Nurdin

 

LEAVE A REPLY